Indeks Bisnis-27 dibuka hijau, ditopang penguatan saham KLBF, BRPT hingga ANTM

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Indeks Bisnis-27 dibuka di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026) seiring dengan penguatan sejumlah saham konstituen yakni KLBF, BRPT, dan ANTM yang memimpin laju penguatan.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.00 WIB, indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia tersebut tercatat naik 4,88 basis point atau 1,01% ke level 486,08. Pergerakan indeks berada dalam rentang 484,84 hingga 486,95 pada awal sesi perdagangan.

Dari total 27 konstituen yang tergabung dalam indeks tersebut, tercatat sebanyak 24 saham bergerak di zona hijau, 2 saham melemah, dan 1 saham lainnya stagnan.

: Saham EMAS, ARCI, dan PSAB Kompak Melonjak Usai Masuk Indeks GDXJ

Sejumlah saham yang mendorong penguatan indeks antara lain PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 3,61% ke level Rp1.005, disusul saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 3,60% ke level Rp1.295, selanjutnya saham PT Aneka Tambang (persero) Tbk. (ANTM) naik 3,30%  ke level Rp3.760.

Berikutnya saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 2,94% ke level Rp210, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) naik 2,67% ke level Rp1.155.

: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Koreksi, Saham ASII dan BBNI Cs Tetap Cuan

Sebaliknya, beberapa saham lain tercatat berada di zona merah dan menahan laju indeks, meskipun tekanan yang terjadi masih terbatas pada awal sesi. Saham tersebut adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah 1,06% ke level Rp1.405, dan saham PT Bukit Asam (persero) Tbk. (PTBA) turun 0,34% ke level Rp2.910.

Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat Pasar global juga terus mencermati pergerakan harga minyak, seiring penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Penutupan jalur tersebut menghambat aliran minyak dan gas global serta memicu kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia.

: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Loyo, Saham INCO-ANTM di Zona Merah

Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredakan kekhawatiran pasokan dengan melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Rusia. Namun, langkah itu belum cukup menahan lonjakan harga energi global.

IHSG dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kekhawatiran lonjakan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi, risiko pelebaran defisit anggaran, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal. Ia menekankan bahwa pemerintah akan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai kemampuan negara.

Menurutnya, opsi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas batas 3% dari Produk Domestik Bruto hanya akan dipertimbangkan jika Indonesia menghadapi kondisi darurat yang luar biasa.

Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/3). Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.

Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan meningkat menjadi 10,1% pada Februari 2026, naik dari 9,96% pada Januari 2026.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.