Indeks Bisnis-27 ditutup naik 3,13% saham ASII, TLKM, ADRO pimpin penguatan

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Indeks bisnis27 menutup perdagangan hari ini Rabu (25/3/2026) di zona hijau di tengah pergerakan pasar yang cenderung fluktuatif.

Sejumlah saham yakni ASII, TLKM, hingga ADRO terpantau memimpin laju penguatan.

Berdasarkan data IDX Mobile, indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup menguat 15,26 basis point atau sebesar 3,13% ke level 502,28 pada akhir sesi perdagangan.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak di rentang 487,88 – 503,19. Sebanyak 22 saham konstituen menghijau dan 5 saham memerah.

Sejumlah saham konstituen yang menjadi penopang utama pergerakan indeks yakni PT Astra International Tbk. (ASII) menguat signifikan sebesar 13,79% ke level Rp6.600, diikuti saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 13,36% ke level Rp1.570, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 9,71% ke level Rp226.

: IHSG Ditutup Menguat 2,75% Usai Libur Panjang, Saham BBCA, BUMI, hingga ASII Ngegas

Berikutnya saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) ikut melonjak 8,59% ke level Rp3.160, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 8,20% ke level Rp3.300, serta saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 7,35% ke level Rp2.630.

Sebaliknya, saham yang terpantau melemah adalah saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 7,97% ke level Rp4.040, saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) melemah 2,78% ke level Rp3.620, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 2,78% ke level Rp1.750.

Tim Riset Phintraco Sekuritas mengatakan pasar keuangan global kembali dibayangi ketidakpastian seiring memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump menyatakan adanya jeda sementara dalam eskalasi konflik dengan Iran menyusul rencana negosiasi. Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak Iran yang mengaku belum melakukan dialog langsung, meski menerima pesan dari pihak ketiga terkait ajakan diplomasi dari AS.

Sebelumnya, Iran juga mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur strategis milik AS dan Israel, termasuk sektor energi dan teknologi, jika terjadi serangan terhadap fasilitas energi mereka. 

Kondisi tersebut memicu tekanan di mayoritas bursa global dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi turut memperbesar potensi kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama dari bank sentral dunia.

Dari domestik, pemerintah Indonesia tengah mengkaji langkah efisiensi anggaran, khususnya pada belanja kementerian dan lembaga, guna menjaga disiplin fiskal di tengah kenaikan harga energi global. 

Selain itu, wacana penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu atau skema kerja empat hari juga tengah dipertimbangkan untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Di tengah tekanan global, Indonesia justru berpeluang mendapatkan berkah dari kenaikan harga energi, khususnya LNG, mengingat posisinya sebagai salah satu eksportir utama ke negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta waspada. Gejolak harga minyak dan gas berpotensi memicu inflasi global.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.