
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (16/4/2026). Meski demikian, saham ANTM, INDF, NCKL, dan MEDC terpantau masih melaju.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 0,20% atau 1,01 poin ke 500,87. Tercatat, sebanyak 10 saham menguat, 15 saham turun, dan 2 stagnan.
Kendati demikian, saham dengan kenaikan harga tertinggi dipimpin PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang tumbuh sebesar 3,05% ke Rp4.060 per saham. Kenaikan itu kemudian diikuti saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang menguat 2,20% menuju level Rp6.975 per saham.
Saham lain yang terapresiasi adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) dengan kenaikan 1,74% menjadi Rp1.170, sementara saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) bertumbuh 1,48% ke level Rp1.710 per saham.
: IHSG Ditutup Melemah, Saham BBCA, BUMI, hingga PTRO Ambrol ke Zona Merah
Adapun penurunan terdalam ditorehkan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang turun 4,62% menjadi Rp2.270 per saham, sementara PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga terkoreksi sebesar 3,82% ke Rp1.635 per saham.
IHSG sendiri ditutup melemah 0,03% menuju posisi 7.621,38. Sepanjang hari ini, indeks komposit dibuka pada level 7.663,34 dan sempat ke posisi 7.705,03.
Di samping itu, sebanyak 385 saham meningkat, 326 saham terkoreksi, dan 248 saham stagnan. Adapun, kapitalisasi pasar mencapai Rp13.584 triliun.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menuturkan IHSG sempat ditutup melemah 0,36% ke 7.596,09 pada perdagangan sesi pertama. Secara teknikal, Stochastic RSI berada pada area overbought area dan MACD berada pada area positif dengan histogram yang menunjukan penyempitan.
“Dengan kondisi tersebut, diperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 7.550 hingga 7.700 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam riset harian.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.