
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Sejumlah saham seperti JPFA, ANTM, hingga BRPT tercatat melaju pada pembukaan perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.05 WIB, indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 0,12% ke posisi 551,17. Dari 27 konstituen, sebanyak 13 saham menguat, 9 melemah, dan 5 saham stagnan.
Penguatan dipimpin oleh saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang naik 3,31% ke Rp2.500, diikuti saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 1,82% ke Rp4.470, dan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melaju 1,40% ke Rp2.170.
: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026 Dibuka Melemah
Selain itu, penguatan juga dialami oleh PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) yang naik 1,38% ke Rp2.210, saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 1,13% ke Rp6.700, dan saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 1,06% ke Rp7.175.
Penguatan juga masih dialami oleh PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang melaju 0,46% ke Rp1.085, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 0,35% ke Rp1.420, dan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) masih menguat 0,33% ke Rp30.825.
: : BUMN Agrinas Borong 105.00 Pikap dan Truk India, Menkeu Purbaya Beri Jaminan Cicilan
Sebaliknya, pelemahan dialami oleh saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang terkoreksi 1,52% ke Rp1.295, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) terkoreksi 1,47% ke Rp1.340, hingga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah 0,48% ke Rp2.080.
Sejumlah saham perbankan juga tercatat menguat pada perdagangan hari ini, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang terkoreksi 0,51% ke Rp3.880, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 0,44% ke Rp4.480, dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang terkoreksi 0,47% ke Rp5.250.
: : Dana Nasabah Bank Jambi Dilapor Lenyap dari Rekening, ATM dan Layanan Digital Dibekukan
Pelemahan juga dialami oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang terkoreksi 0,44% ke Rp1.140, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang melemah 0,43% ke Rp2.310, atau PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang terkoreksi 0,32% ke Rp1.540.
Sebelumnya, BNI Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan untuk menguji level resistansi kuat pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026).
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,5% yang disertai dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing mencapai Rp1,1 triliun.
Fanny memproyeksikan bahwa IHSG hari ini akan mencoba untuk melakukan breakout dari level resistance di 8.450. Namun, dia tetap mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.
“Tapi hati-hati jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas,” ujar Fanny dalam riset harian, Selasa (24/2/2026).
Secara teknikal, BNI Sekuritas mematok level support indeks komposit hari ini berada pada rentang 8.320 hingga 8.350. Sementara itu, level resistance IHSG diproyeksikan berada pada kisaran 8.450 sampai dengan 8.500. Sementara itu, kondisi pasar domestik ini kontras dengan bursa global.
Wall Street baru saja ditutup melemah dengan Dow Jones anjlok 1,66%, tertekan oleh kekhawatiran disrupsi AI setelah Anthropic merilis Claude Code yang memicu aksi jual pada saham teknologi seperti IBM dan Microsoft.
Selain itu, ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membebani pasar global. Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan menaikkan tarif bagi negara yang dinilai ‘bermain-main’, meski Mahkamah Agung AS sebelumnya membatalkan tarif resiprokal.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.