Jahja Setiaatmadja borong 802.056 saham BBCA

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Sejumlah jajaran direksi dan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak menambah kepemilikan sahamnya pada 25 Maret 2026. Seluruh transaksi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp6.982 per saham, dengan tujuan investasi jangka panjang. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, berikut rincian pembelian saham beserta estimasi dana yang dikeluarkan masing-masing yaitu Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja membeli 802.056 saham di harga Rp6.982 per saham. 

Seiring pembelian tersebut, adapun estimasi dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp5,59 miliar. Kepemilikan sahamnya meningkat dari 35.000.644 menjadi 35.802.700 saham. 

: Para Petinggi BCA (BBCA) Kompak Tambah Kepemilikan Saham, Ini Tujuannya

Tak hanya Jahja, Direktur Frengky Chandra Kusuma membeli 405.990 saham pada harga yang sama, dengan estimasi dana sekitar Rp2,83 miliar. Total kepemilikannya naik dari 2.429.926 menjadi 2.835.916 saham. 

Sementara itu, Direktur Lianawaty Suwono mengakumulasi 465.825 saham, dengan nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp3,25 miliar. Kepemilikannya meningkat dari 3.440.417 menjadi 3.906.242 saham. 

: : BCA (BBCA) Waspadai Risiko Kredit Akibat Tensi Panas Geopolitik Global

Lalu Direktur A. Widodo Mulyono membeli 240.569 saham atau setara sekitar Rp1,68 miliar, sehingga total kepemilikannya naik dari 440.838 menjadi 681.407 saham. 

Dalam laporan OJK tersebut, Direktur Hendra Tanumihardja turut menambah 147.933 saham dengan estimasi dana sekitar Rp1,03 miliar, meningkatkan kepemilikan dari 193.206 menjadi 341.139 saham. 

: : BCA (BBCA) Cetak Laba Bersih Rp9,22 Triliun per Februari 2026

Sementara itu, Direktur Haryanto Tiara Budiman membeli 379.428 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,65 miliar, sehingga total kepemilikannya meningkat dari 1.057.378 menjadi 1.436.806 saham. 

Secara keseluruhan, aksi pembelian saham oleh jajaran manajemen ini mencapai lebih dari 2,4 juta saham dengan total estimasi dana di atas Rp17 miliar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.