Jayamas Medica Industri (OMED) targetkan pendapatan Rp 2,3 triliun di 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada 2026, dengan proyeksi kenaikan pendapatan dan laba bersih dua digit.

Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Hartanto, mengungkapkan bahwa perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 10%–15% menjadi sekitar Rp 2,3 triliun.

“Dan bottom line di angka Rp 370 miliar-Rp 390 miliar dengan margin laba bersih 16%-17%,” ungkap Louis, kepada KONTAN, Jumat (27/3/2026). 

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), OMED mengalokasikan dana sekitar Rp 70 miliar hingga Rp 75 miliar pada 2026. 

Perak Masih Tertekan, Risiko Penurunan Harga Masih Terbuka

Dana tersebut akan difokuskan untuk penambahan kapasitas produksi, termasuk mendukung ekspansi pasar ekspor.

Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan pengembangan lini produk baru, yakni intra ocular lens (IOL) yang digunakan untuk pasien katarak.

“IOL kami targetkan akhir tahun 2026 bisa launching dan harapan kami banyak pasien katarak di Indonesia yg segera terbantu oleh kehadiran produk kami,” katanya. 

Di sisi lain, perusahaan juga tetap melakukan ekspansi pasar, OMED menargetkan kontribusi ekspor sekitar 1% dari total penjualan, dengan nilai sekitar US$1 juta hingga US$1,5 juta pada tahun ini.

Terkait realisasi kinerja untuk kuartal I-2026, Louis menyebut saat ini belum dapat memaparkan secara rinci karena data masih dalam proses finalisasi.

Namun memang secara keseluruhan manajemen memandang prospek industri alat kesehatan pada 2026 masih cukup resilien di tengah berbagai tekanan global. 

  OMED Chart by TradingView  

Menurut Louis, outlook bisnis tahun ini secara umum cukup menantang dengan adanya ketegangan politik, khususnya di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menekan stabilitas harga minyak dan berdampak ke rantai pasok bahan baku.

Meski demikian, OMED tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja. Hal ini ditopang oleh karakter industri kesehatan yang cenderung defensif terhadap tekanan ekonomi global.

“Untuk 2026 kami lihat woundcare dan disposable masih akan bertumbuh, terutama woundcare yg konsisten tumbuh double digit (mid teens),” tandasnya.