
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Masyarakat kini dapat melihat daftar saham yang dipegang oleh BPJS Ketenagakerjaan setelah terbukanya informasi daftar pemegang saham emiten dengan kepemilikan di atas 1%.
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi membuka data kepemilikan saham itu mulai Selasa (3/3/2026). Awalnya, publik hanya bisa melihat para investor yang memegang di atas 5% saham, tetapi kini tersedia data kepemilikan di atas 1%.
Publik sontak mencermati nama-nama konglomerat maupun investor kawakan di daftar teranyar itu. Misalnya, daftar saham Lo Kheng Hong yang selama ini jarang terendus media menjadi perhatian para investor, karena biasanya hanya terungkap saham Lo Kheng Hong dengan kepemilikan di atas 5%.
: Deretan Saham Koleksi Lo Kheng Hong, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Hingga Boy Thohir
Selain nama perorangan, data terbaru juga mengungkap nama-nama investor institusional seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan.
Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa perluasan data ini merupakan bagian dari empat proposal penguatan pasar modal yang diajukan kepada global index provider, yakni MSCI dan FTSE.
: : Mimpi BEI Masuk Top 10 Bursa Elit Dunia Tanpa Saham Gorengan
“Per sore ini, saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1% sudah bisa diakses oleh publik di situs web IDX,” ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menambahkan bahwa penyediaan data ini merujuk pada Keputusan Dewan Komisioner OJK No. 01/2021 yang menunjuk KSEI dan BEI sebagai penyedia data publik. Salah satu poin utamanya adalah penggabungan data kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
: : Presiden Tetapkan Pimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026â2031
Untuk data kepemilikan script, Samsul juga menyampaikan bahwa KSEI mendapatkan suplai data dari Biro Administrasi Efek (BAE) untuk kemudian disatukan dengan data scriptless yang ada di sentral data KSEI.
“Kalau tadinya di bursa itu pengumuman di atas 5%, sekarang pengumumannya adalah pemegang saham di atas 1%. Kami sampaikan ke bursa serta Otoritas Jasa Keuangan [OJK] sore ini dan teman-teman semua bisa lihat,” kata Samsul.
Koleksi Saham BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan berinvestasi di saham untuk mengembangkan Dana Jaminan Sosial (DJS), yakni dana yang berasal dari iuran peserta dan nantinya digunakan untuk membayar manfaat kepada para peserta. Dana iuran tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga diinvestasikan agar nilainya tumbuh sehingga bisa mencukupi kebutuhan pembayaran klaim dan manfaat pada masa mendatang.
Sebagai pengelola dana pensiun dan program perlindungan pekerja, portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan terbilang cukup konservatif. Hingga Oktober 2025, BPJS Ketenagakerjaan menginvestasikan 70,4% DJS di instrumen obligasi atau surat utang.
Penempatan investasi di saham tercatat sebesar 8,6% dari total portofolio. Nilainya hanya separuh dibandingkan penempatan investasi di deposito yang mencapai 16,4%.
Total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2025 adalah sekitar Rp879,1 triliun. Mengacu pada data tersebut, nilai penempatan investasi di saham sekitar Rp75,6 triliun.
BPJS Ketenagakerjaan belum mempublikasikan laporan keuangan 2025 audited, karena proses audit masih berlangsung pada awal tahun. Namun, data per Oktober 2025 itu tetap relevan untuk menjadi acuan portofolio investasi BPJS.
Bisnis menghimpun data saham-saham yang dikoleksi BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan laporan total kepemilikan saham investor di atas 1% yang tercatat di KSEI per 27 Februari 2026, yang dipublikasikan pada Selasa (3/3/2026).
Terdapat 34 saham yang dikoleksi BPJS Ketenagakerjaan dengan kepemilikan di atas 1%. Saham itu ada dalam portofolio investasi program Jaminan Hari Tua (JHT) maupun Jaminan Pensiun (JP).
Program JHT dan JP sama-sama berorientasi jangka panjang sehingga penempatan investasi di saham berpeluang memberikan imbal hasil untuk meningkatkan nilai dana kelolaan.
Berikut Daftar Saham BPJS Ketenagakerjaan:
- AALI: 41,979 juta lembar : 2,18%
- ASII: 1,109 miliar lembar : 2,74%
- BBNI: 1,308 miliar lembar : 3,51%
- BBRI: 1,650 miliar lembar : 1,09%
- BBTN: 389,275 juta lembar : 2,77%
- BMRI: 1,242 miliar lembar : 1,33%
- BSDE: 572,129 juta lembar : 2,70%
- CPIN: 263,754 juta lembar : 1,61% (JP)
- CTRA: 279,939 juta lembar : 1,51%
- ERAA: 414,452 juta lembar : 2,60%
- ERAA: 358,705 juta lembar : 2,25% (JP)
- HRUM: 188,392 juta lembar : 1,39% (JP)
- HRUM: 146,519 juta lembar : 1,08%
- ICBP: 217,420 juta lembar : 1,86%
- INCO: 237,247 juta lembar : 2,25%
- INDF: 328,290 juta lembar : 3,74%
- INTP: 102,515 juta lembar : 2,92%
- ITMG: 11,847 juta lembar : 1,05%
- JSMR: 247.524 juta lembar : 3,41%
- KLBF: 939,056 juta lembar : 2,01%
- LSIP: 300,925 juta lembar : 4,41%
- MAPI: 624,075 juta lembar : 3,76%
- MDKA: 527,100 juta lembar : 2,15%
- MDKA: 345,931 juta lembar : 1,41% (JP)
- MEDC: 254,913 juta lembar : 1,01% (JP)
- PGAS: 606,218 juta lembar : 2,50%
- PGAS: 329,247 juta lembar : 1,36% (JP)
- PTBA: 177,167 juta lembar : 1,54%
- PTPP: 210,427 juta lembar : 3,39%
- PTPP: 63,163 juta lembar : 1,02% (JP)
- SMGR: 230,981 juta lembar : 3,42%
- SMRA: 435,978 juta lembar : 2,64%
- TINS: 124,147 juta lembar : 1,67%
- TLKM: 2,379 miliar lembar : 2,40%
- TOWR: 1,079 miliar lembar : 1,83%
- UNTR: 107,479 juta lembar : 2,88%
- UNVR: 404,210 juta lembar : 1,06%
- WSKT: 436,461 juta lembar : 1,52%
- WTON: 243,619 juta lembar : 2,80%
*Mayoritas saham berada di portofolio DJS program JHT. Saham di portofolio DJS program JP ditandai dengan (JP)
(Dionisio Damara Tonce, Akbar Maulana al-Ishaqi)