
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) naik ke sekitar 99,3 pada hari Rabu (4/3). Ini memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga karena kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat mempertahankan reli harga energi uamg memicu kekhawatiran inflasi.
Seperti dikutip Trading economics, Rabu (4/3), para pedagang mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sekarang pasar memperkirakan pengurangan berikutnya pada bulan September alih-alih Juli, meskipun dua pemotongan 25 basis poin masih diharapkan tahun ini.
Dolar juga didukung oleh permintaan aset aman karena perang AS-Israel di Iran memasuki hari kelima. Israel menyerang sebuah gedung tempat para ulama bertemu untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru pada hari Selasa.
Presiden AS Donald Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan tersebut dapat membawa kepemimpinan Iran baru yang sama mengkhawatirkannya dengan rezim sebelumnya. Ini menggarisbawahi lintasan konflik yang tidak pasti.
Dolar AS menguat secara luas, mencatatkan kenaikan terbesar sejauh ini minggu ini terhadap euro (EUR) dan mata uang yang sensitif terhadap harga komoditas seperti dolar Australia (AUD).