
Ussindonesia.co.id Pasar saham Asia bergerak menguat pada Rabu (18/3/2026), dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan, saat investor menilai data perdagangan Jepang dan mengikuti perkembangan perang di Timur Tengah.
Gelombang baru serangan terhadap infrastruktur energi Uni Emirat Arab memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan jangka panjang di tengah konflik Iran.
Wall Street Ditutup Naik Selasa (17/3), Cermati Sikap The Fed Saat Harga Minyak Panas
Insiden ini menyusul serangan drone pada pengembangan gas ultra-sour terbesar dunia, kebakaran di Kawasan Industri Minyak Fujairah, serta kerusakan pada sebuah tanker di dekat Selat Hormuz yang strategis.
Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) tercatat naik tipis 0,06% menjadi US$96,27 per barel pada pukul 19:33 ET.
Di pasar saham Asia, Kospi naik 2,8%, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq meningkat 1,66%.
Saham Jepang juga menguat, dengan Nikkei 225 melonjak 1,38% dan Topix naik 0,95%, setelah pemerintah melaporkan bahwa ekspor Jepang naik 4,2% dari tahun sebelumnya pada Februari, melampaui perkiraan analis.
Sebelumnya, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan 1,6%, sedangkan ekspor bulan sebelumnya melonjak 16,8%.
Asing Net Sell Jumbo, Intip Saham yang Banyak Dilepas Jelang Libur Lebaran 2026
Indeks Australia S&P/ASX 200 relatif datar pada perdagangan awal, sementara kontrak berjangka Hong Kong Hang Seng ditetapkan pada 25.891, lebih tinggi dari penutupan terakhir 25.868,54.
Di Amerika Serikat perdagangan Selasa (17/3/2026), indeks S&P 500 ditutup naik 0,25% menjadi 6.716,09, Nasdaq Composite bertambah 0,47% menjadi 22.479,53, dan Dow Jones Industrial Average naik 46,85 poin atau 0,1% menjadi 46.993,26, seiring Wall Street melanjutkan momentum dari sesi sebelumnya di tengah perhatian investor pada perang Iran.