Laba bersih Bayan Resources (BYAN) turun 16,77% YoY pada 2025

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten produsen batubara milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengalami penurunan kinerja keuangan pada akhir 2025.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan BYAN berkurang 0,58% year on year (yoy) menjadi US$ 3,43 miliar pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 3,45 miliar.

Mayoritas pendapatan BYAN berasal dari segmen batubara yakni sebesar US$ 3,41 miliar pada 2025, berkurang 0,58% yoy dari tahun sebelumnya yaitu US$ 3,43 miliar. BYAN juga mencatat pendapatan segmen non-batubara sebesar US$ 20,09 juta pada 2025 atau turun 5,01% yoy dibandingkan tahun 2024 yaitu US$ 21,15 juta.

Beban pokok pendapatan BYAN mengalami peningkatan 9,95% yoy menjadi US$ 2,32 miliar pada 2025, dari periode sebelumnya yaitu US$ 2,11 miliar.

Ancol (PJAA) Targetkan 600.000 Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026

Hasil ini membuat laba kotor BYAN menyusut 16,54% yoy menjadi US$ 1,11 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 1,33 miliar.

Sejumlah pos beban yang ditanggung BYAN turut mengalami penurunan. Misalnya, beban penjualan yang berkurang 19,77% yoy dari US$ 38,79 juta pada 2024 menjadi US$ 31,12 juta pada 2025.

Beban umum dan administrasi BYAN juga turun 10,40% yoy dari US$ 72,81 juta pada 2024 menjadi US$ 81,26 juta pada 2025. Ada pula beban keuangan BYAN yang menyusut 51,23% yoy dari US$ 17,84 juta pada 2024 menjadi US$ 8,70 juta pada 2025.

BYAN membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 767,92 juta pada 2025. Angka ini ambles 16,77% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada 2024 yakni US$ 922,64 juta.

Hingga akhir 2025, BYAN memiliki total aset sebanyak US$ 3,38 miliar atau turun 3,98% yoy darri total aset tahun sebelumnya yakni US$ 3,52 miliar.

Total aset BYAN pada 2025 terdiri dari liabilitas sebesar US$ 680,46 juta dan ekuitas sebesar US$ 2,69 miliar.

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.892 Per Dolar AS Hari Ini (4/3), Asia Bervariasi