Masuk bursa calon dirut BEI, begini kata Jeffrey Hendrik

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik buka suara terkait pencalonannya sebagai Direktur Utama (dirut) BEI di periode 2026–2030. 

Saat ditemui usai pelantikan Pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jeffrey masih enggan mengomentari lebih jauh soal proses pencalonannya tersebut. 

Meski demikian, dia memastikan tetap melanjutkan program kerja yang telah berjalan di BEI. Adapun fokus utama diarahkan untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.

OJK Sebut Batas Pengajuan Paket Calon Direksi Bursa pada 4 Mei 2026

Jeffrey menegaskan, strategi pengembangan pasar akan mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas pasar modal.

“Tujuan kita kan adalah bagaimana supaya bursa kita bisa menjadi bursa kelas dunia. Kita akan mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas,” kata Jeffrey, Rabu (25/3/2026). 

Dalam catatan KONTAN, ada tiga paket calon direksi BEI periode 2026–2030. Adapun untuk paket Jeffrey Hendrik ada nama Irvan Susandy, yang saat ini menjabat sebagai Direktur perdagangan dan Pengaturan Bursa BEI. 

Kemudian ada R. Haidir Musa yang menjabat sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi BEI dan Irwan Abdalloh yang saat ini mengemban tugas sebagai Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI. 

Lalu ada nama mantan Komisaris BRI Danareksa Sekuritas yaitu R. M. Irwan, eks Kepala Divisi Pengembangan Teknologi Informasi BEI yaitu Abdul Munim dan terjadi Atep Salyadi yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina.