Meski lesu, saham big caps LQ45 masih punya peluang bangkit di 2026

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja indeks saham LQ45 tercatat masih lesu di sepanjang tahun 2025. Indeks yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan menjadi acuan utama bagi fund manager global maupun domestik ini hanya membukukan kenaikan 2,41% secara year to date (ytd) hingga akhir perdagangan tahun 2025. 

Capaian tersebut jauh di bawah performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu melesat hingga 22,13% di periode sama.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan kinerja LQ45 yang hanya tumbuh tipis mencerminkan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. 

Sentimen global seperti suku bunga tinggi lebih lama, ketidakpastian geopolitik, serta aliran dana asing yang cenderung defensif menjadi faktor utama. Dari domestik, pertumbuhan kredit yang belum optimal dan valuasi yang sudah premium membatasi ruang kenaikan. 

Saham LQ45 Berpotensi Rebound di Tahun 2026, Ini Katalis Pendukungnya

Memasuki 2026, Sukarno melihat prospek LQ45 tetap terbuka jika pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai ekspektasi dan aktivitas industri membaik. 

“Katalis utama datang dari tren penurunan suku bunga yang berpotensi mendorong kredit dan memicu rerating saham big caps, khususnya perbankan yang sebelumnya menjadi pemberat,” kata Sukarno kepada Kontan, Senin (5/1/2026).

Namun, risiko tetap datang dari eskalasi geopolitik global dan volatilitas pasar keuangan yang bisa menahan arus dana asing.

Penopang kinerja LQ45 berpotensi berasal dari saham berbobot besar dengan fundamental solid seperti perbankan (BBCA, BMRI) seiring pemulihan kredit, konsumsi defensif (ICBP, INDF) yang relatif stabil. Serta emiten energi dan ritel modern (ADRO, AMMN, AMRT) jika siklus ekonomi dan harga komoditas mendukung.

Strategi ke depan cenderung akumulasi selektif pada saham LQ45 yang sempat tertinggal namun memiliki fundamental kuat, dengan fokus pada sektor perbankan dan konsumsi, sementara saham berisiko tinggi seperti teknologi tetap bersifat trading menunggu perbaikan kinerja.

Tertekan Tahun Lalu, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham LQ45 pada 2026