
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan sepanjang tahun 2025, seiring meningkatnya aktivitas operasional di sektor jasa maritim, khususnya penyewaan kapal (charter vessel).
Berdasarkan laporan keuangan tahunan, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$ 2,04 juta, naik sekitar 73% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat US$ 1,17 juta.
Margin laba bersih pun ikut meningkat menjadi 11,5%, dibandingkan 10,2% pada 2024.
Perseroan menyebut kenaikan ini mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik dan pengelolaan biaya yang efektif.
Besok (18/3) Libur, Hari Ini Perdagangan Saham Terakhir di BEI
Di sisi pendapatan, BOAT mencatatkan US$ 17,71 juta, naik 54% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 11,46 juta.
Menurut Direktur Utama Sujaya Soekarno Putra pertumbuhan ini terutama terdorong oleh peningkatan utilisasi armada melalui proyek-proyek charter vessel baru.
“Hal ini seiring keberhasilan strategi pemasaran perseroan dalam memperoleh sejumlah proyek baru, sehingga tingkat utilisasi armada dapat meningkat sepanjang tahun,” ujar Sujaya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Strategi Komersial dan Operasional Terbukti Efektif
Sujaya menekankan bahwa kinerja 2025 menunjukkan efektivitas strategi perseroan dalam memanfaatkan peluang pasar maritim offshore.
Ke depan, perseroan akan terus memperkuat aktivitas komersial untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Kami melihat peluang yang masih cukup baik di sektor offshore. Namun, ekspansi akan tetap dilakukan secara terukur dan disiplin, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi global serta dinamika industri energi,” tambahnya.
Rekomendasi Saham BRI Danareksa Selasa (17/3): Buy TAPG, ARCI, BUKA dan Sell TPIA
Perbaikan Struktur Keuangan dan Profitabilitas
Selain pertumbuhan laba, BOAT mencatat perbaikan struktur keuangan melalui penurunan beban bunga seiring berkurangnya pinjaman bank, yang turut mendongkrak profitabilitas.
Indikator profitabilitas operasional seperti margin operasional dan margin EBITDA juga meningkat, sejalan dengan pemanfaatan armada yang lebih optimal dan efisiensi biaya operasional.
Kinerja arus kas perseroan pun membaik. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat US$ 5,03 juta, naik signifikan dibandingkan US$ 2,32 juta pada 2024.
Menurut Sujaya, peningkatan ini didorong oleh pengelolaan arus kas yang lebih optimal serta manajemen modal kerja yang membaik.
“Penguatan arus kas operasional serta efisiensi biaya pendanaan memberikan ruang lebih sehat bagi perseroan untuk mengembangkan usaha. Fleksibilitas ini memungkinkan investasi pada armada dan aset operasional secara selektif dan prudent,” katanya.
Wall Street Ditutup Naik Senin (16/3), Saham AI Jadi Motor Penguatan
Peluang Industri Offshore Masih Menjanjikan
Sektor jasa maritim offshore diproyeksi terus pulih seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi minyak & gas, sekaligus meningkatnya kebutuhan offshore support vessel untuk mendukung operasi lepas pantai.
Kondisi ini membuka peluang bagi BOAT untuk meningkatkan utilisasi armada dan memperluas portofolio proyek.
Dengan momentum tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan aktivitas komersial, optimalisasi armada, serta pengelolaan keuangan yang disiplin.