
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan kinerja keuangan yang bervariasi pada 2025. Pendapatan bersih perseroan terpantau terkoreksi, tetapi kinerja perseroan meningkat dari sisi bottom line
Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis Kamis (19/3/2026), sepanjang 2025, perseroan yang bergerak di bidang energi ini mencatatkan pendapatan bersih yang turun 14,60% secara tahunan (year-on-year/yoy) ke US$ 49,3 juta dari US$ 57,7 juta pada tahun sebelumnya.
Adapun pendapatan bersih perseroan ini sepenuhnya berasal dari segmen lifting minyak dan gas.
Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat (20/3), Turun Rp 50.000 Jadi Rp 2.893.000 Per Gram
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan juga menurun 28,52% dari US$ 35,3 juta ke US$ 25,2 juta.
Meskipun demikian, seiring penurunan tersebut, laba bruto perseroan tercatat sebesar US$ 24,08 juta atau meningkat sekitar 7,5% dari US$ 22,4 juta.
Laba sebelum pajak penghasilan perseroan pun juga terpantau meningkat sekitar 5,01% dari US$ 24,76 juta ke US$ 26,0 juta pada 2025.
Oleh karena itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih perseroan juga tercatat meningkat 10,02% dari US$ 13,87 juta pada tahun sebelumnya menjadi US$ 15,26 juta pada tahun lalu.
Untuk diketahui, sebelumnya, dalam prospektus Senin (16/3/2026), manajemen RATU mengungkap bahwa dalam waktu dekat, perseroan akan mengadakan aksi korporasi yang dilakukan dengan menerbitkan surat utang senilai Rp 800 miliar.
Adapun surat utang tersebut terdiri dari Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp 300 miliar dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp 500 miliar.
Harga Emas Spot Anjlok Lebih dari 4%, Tren Penurunan Masih Akan Berlanjut