
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/3/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,02% secara harian ke level Rp 16.872 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,13% secara harian ke Rp 16.870 per dolar AS.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah. Ia menyebut bahwa Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas pada hari Senin dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
“Kapal tanker dan kapal kontainer juga menghindari jalur air tersebut karena perusahaan asuransi telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal-kapal tersebut,” ujar Ibrahim, Selasa (3/3/2026).
Meski Pendapatan Turun, Jasa Marga (JSMR) Jaga Laba Inti Stabil
Ibrahim bilang kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup. Iran juga memperingatkan akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya.
Adapun untuk besok, Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh pernyataan pejabat The Fed mengenai arah kebijakan suku bunga.
Hari ini pasar akan memperhatikan pernyataan pejabat The Fed dengan Presiden Fed New York John Williams, Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid, dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari dijadwalkan untuk berbicara.
“Pernyataan yang cenderung agresif dari para pejabat Fed dapat memperkuat dolar AS,” kata Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Rabu (4/3/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.870 – Rp 16.910 per dolar AS.