Pergerakan asing di saham PTBA & ITMG cs saat IHSG jatuh 7,89%

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan jatuh cukup dalam. Menariknya, aliran modal asing tercatat masih tinggi dan mayoritas masuk ke saham-saham emiten komoditas.

Melansir statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang 2-6 Maret 2026 IHSG terpangkas 7,89% ke 7.585. Walau turun, nilai transaksi beli investor asing pekan tersebut tembus Rp39,95 triliun. Di sisi lain, aksi jual asing mencapai Rp37,73 triliun membuatnya mencatatkan nilai bersih beli sebesar Rp2,22 triliun.

Menilik emiten yang menyerap dana asing paling besar dalam sepekan tersebut, paling atas dipimpin oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan net buy asing di pasar reguler mencapai Rp308,51 miliar. Kedua, ada PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencapai Rp263,53 miliar.

: Asing Berpotensi Serbu Obligasi

Di bawah dua emiten batu bara yang memimpin, ada PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dengan net buy asing Rp177,20 miliar. Kemudian diikuti oleh PT Astra International Tbk. (ASII) dengan nilai Rp167,38 miliar. Lalu menyusul emiten batu bara lainnya, PT United Tractors Tbk. (UNTR) dengan net buy Rp165,20 miliar dan ada emiten minyak dan gas (migas) PT Petrosea Tbk. (PTRO) dengan net buy asing Rp165,09 miliar.

Sementara itu, aliran modal asing yang masuk rupanya tak menggaransi pergerakan saham emiten di lantai bursa. Dalam rentang sepekan hingga penutupan pasar Jumat (6/3), saham PTRO ambles 19,02% ke Rp4.960, saham ASII turun 8,24% ke Rp6.125, dan saham BRPT jatuh 21,86% ke Rp1.555.

: : Potensi Arus Masuk Asing ke Pasar Obligasi RI Efek Perang Israel-AS vs Iran

Di sisi lain, aliran modal asing menyengat laju UNTR yang dalam sepekan naik 3,85% ke Rp29.700, bahkan mendorong ITMG tumbuh 18,44% ke Rp26.975, atau PTBA yang naik 14,62% ke Rp2.980.

Sebelumnya, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan mengatakan pasar saat ini masih dibayang-bayangi oleh sejumlah sentimen negatif mulai dari geopolitik global sampai kondisi fiskal dalam negeri. Pada pembukaan Senin (9/3) terpantau pasar belum pulih, di mana IHSG dibuka turun 4,38% ke 7.253.

: : IHSG Sesi I Amblas 3,49%, Barisan Saham Konglomerat Tumbang

Menurutnya, ada sentimen Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi Negatif dari sebelumnya Stabil, meski peringkat kredit tetap di level BBB (investment grade).

“Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pasar global mulai lebih mencermati disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah,” terang David dalam riset mingguan, Senin (9/3/2026).

Sentimen dari domestik menurutnya berupa fiscal policy at risk, di mana beberapa kebijakan ekonomi yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan penyaluran kredit dan program belanja sosial menimbulkan kekhawatiran sebagian investor mengenai disiplin fiskal dan kepastian kebijakan.

Menurutnya, fokus utama pelaku pasar pada pekan ini kemungkinan masih tertuju pada stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar.

Selain itu, menurutnya investor juga akan mencermati tren tekanan jual asing, pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini terus tertekan, sampai langkah Bank Sentral dan pemerintah yang dapat menenangkan serta mengembalikan kepercayaan pasar.

“Selain itu, pergerakan harga komoditas global di tengah kecamuk perang AS-Israel vs Iran juga akan menjadi perhatian karena berpotensi menjadi penopang bagi saham-saham berbasis energi dan sumber daya alam,” ujarnya.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.