Prabowo rencana bangun kawasan keuangan di Bali, incar investor Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan kawasan ‘special financial center’ di Bali. Langkah ini disebut sebagai upaya menangkap momentum arus modal internasional yang mencari negara tujuan aman di tengah konflik global.

Prabowo menyampaikan pendirian kawasan keuangan khusus itu merupakan gagasan yang telah lama ia rancang bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Bali disebut menjadi salah satu lokasi potensial untuk pengembangan pusat keuangan khusus tersebut.

Prabowo berpendapat Bali memiliki daya tarik global, tercermin dari tingginya kunjungan warga negara asing, termasuk dari Rusia dan Ukraina.

“Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas, loh. Sekarang kau ke Bali, kau lihat tuh berapa orang Rusia dan Ukraina di sana. Rencana kita mau bikin special financial center,” kata Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4).

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang relatif stabil dan diminati oleh para investor, termasuk para pemodal dari kawasan Timur Tengah.

“Gagasan ini yang dibicarakan Pak Luhut ke saya bertahun-tahun ini, ternyata sekarang uang-uang yang di Timur Tengah dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang, Indonesia salah satu yang paling diminati,” ujarnya.

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sebelumnya diberitakan tengah menggodok pembentukan family office. Family office atau Wealth Management Consulting (WMC) merupakan firma penasihat manajemen kekayaan yang melayani individu atau keluarga yang memiliki aset kekayaan sangat tinggi. Hal ini memungkinkan orang-orang kaya atau investor kakap global menanamkan uangnya di Indonesia tanpa terkena pajak.

DEN berencana untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pusat Keuangan dan Family Office di Bali untuk menarik investasi asing masuk ke dalam negeri. Fasilitas ini akan dijadikan gerbang bagi dana investasi luar negeri yang akan diinvestasikan ke berbagai sektor riil.

Luhut sebelumnya juga pernah menjelaskan cara kerja family office, yaitu dana dari orang kaya raya di dunia diperbolehkan disimpan di Indonesia. Namun, pemilik dana harus melakukan investasi di beberapa proyek di Indonesia.

“Mereka (orang superkaya dunia) tidak dikenakan pajak tapi harus investasi, dan (dari) investasi nanti akan kita pajaki,” kata Luhut melalui akun resmi Instagram-nya @luhut.pandjaitan, Senin (1/7/2024).