
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terpengaruh oleh kebijakan tarif Trump yang dianulir oleh Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan dampak kebijakan tarif AS terhadap IHSG umumnya terjadi melalui dua jalur utama, yakni sentimen global dan transmisi makroekonomi.
“Ketika pasar membaca pembatalan sebagai pengurangan tail risk, dengan volatilitas global tidak serta merta mereda. Tetapi, aset berisiko bisa saja terangkat,” kata Liza, Senin (23/2/2026).
: IHSG Siap Tadah Berkah Imbas Pembatalan Tarif Trump oleh MA AS
Namun, lanjutnya, karena pemerintah AS tetap mempertahankan stance proteksionisme, ketidakpastian kebijakan belum sepenuhnya hilang. Kondisi ini berpotensi menahan rerating valuasi, serta membuat arus dana asing ke IHSG menjadi lebih selektif.
Di pasar modal, lanjutnya, akan ada volatilitas dan selektivitas. Menurut Liza investor akan membayar mahal untuk kepastian dan menghukum ketidakjelasan kebijakan.
: : IHSG Ditutup Naik 1,5% ke 8.396, Saham BUMI, BBCA, hingga BIPI Kompak Hijau
Sebagaimana diketahui, Mahkamah Agung AS diketahui menganulir sebagian tarif yang dipasang dengan dasar hukum IEEPA.
Di sisi lain, Gedung Putih menegaskan tetap mempertahankan kebijakan tarif dengan membuka opsi penggunaan dasar hukum lain, termasuk kemungkinan penerapan tarif global 15%. Sementara itu, tarif lain seperti Section 232 dan Section 301 tetap berjalan.
: : Kadin: Kontrak Dagang RI-AS Tetap Lanjut Meski MA Batalkan Tarif Trump
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan dampak dari pembatalan tarif dagang Trump oleh Mahkamah Agung (MA) akan memberikan dampak positif terhadap IHSG dan pasar global. Hal ini terbukti dengan IHSG yang mengalami kenaikan 1,5% hari ini.
“Hal ini tentu memberikan sentimen positif, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Nico, Senin (23/2/2026).
Dia melanjutkan secara jangka pendek hal ini akan memberikan sentimen positif, sementara secara jangka panjang kepastian akan perekonomian untuk pulih semakin terlihat lebar.
Meskipun demikian, lanjutnya, investor harus tetap memperhatikan apa yang AS akan lakukan selanjutnya terkait dengan proses pembatalan tarif tersebut.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.