
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mengincar pertumbuhan kinerja di 2026 seiring dengan peningkatan pelayanan di rumah sakit eksisting dan penambahan rumah sakit baru.
Direktur Utama Medikaloka Hermina, Yulisar Khiat mengatakan pihaknya mengincar pendapatan tahun ini bisa tumbuh double digit dibandingkan 2025. Di mana, HEAL meraup pendapatan bersih Rp 7,1 triliun di 2025.
“Pendapatan kami berharap tumbuh paling tidak dua digit dari hasil 2025. Kalau laba, diharapkan paling tidak sejalan dengan pendapatan,” jelasnya usai konferensi pers, Kamis (23/4/2026).
Rencananya, HEAL akan membuka dua rumah sakit baru pada 2026. Salah satunya sudah terealisasi pada awal April 2026, di mana HEAL membuka cabang ke 53 di Badung, Bali.
Medikaloka Hermina (HEAL) Bagikan Dividen Rp 207 Miliar
“Saat ini, kami ada rencana untuk membuka satu rumah sakit di Kepanjang, Malang, Jawa Timur yang akan dibuka pada kuartal III-2026. Lalu satu groundbreaking,” tutur Yulisar.
Tak hanya menambah jaringan rumah sakit baru, HEAL juga meningkatkan kapasitas dan ragam layanan di rumah sakit eksisting sambil meningkatkan kontribusi pasien non-BPJS.
Research Analyst MNC Sekuritas Rudy Setiawan memproyeksikan kinerja HEAL di kuartal satu ini masih akan menantang walaupun volume pasien mulai pulih pada Januari, tetapi terhambat di Februari–Maret 2026.
“Momen tersebut tidak berlanjut akibat periode Ramadan, yang tidak hanya membatasi intensitas kunjungan tetapi juga mengurangi jumlah hari kerja sehingga menekan volume,” tulisnya dalam riset yang dirilis Selasa (21/4/2026).
Laba HEAL Turun pada 2025, Kiat Kurangi Ketergantungan BPJS Jadi Kunci Pertumbuhan
Meski demikian, Rudy menilai prospek pertumbuhan HEAL tetap solid, dengan pendapatan HEAL diproyeksikan tumbuh sekitar 8% secara tahuan pada 2026 didukung oleh tambahan kapasitas tempat tidur.
“Volume diperkirakan meningkat pada kuartal dua sampai dengan kuartal empat, seiring perbaikan utilisasi yang tercermin dari tingkat okupansi yang lebih tinggi sekitar 75% pada 2026,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Rudy memperkirakan adanya perbaikan kinerja ke depan, seiring mulai beroperasinya rumah sakit baru dan penambahan kapasitas tempat tidur di rumah sakit eksisting yang masih memiliki prospek kuat.
Oleh karena itu, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli HEAL dengan target harga di Rp 1.500. Ini mencerminkan EV/EBITDA sebesar 12,7 kali pada tahun buku 2026.
Hermina (HEAL) Raih Kenaikan Pendapatan di Tengah Turunnya Laba Bersih pada 2025