Prabowo pimpin ratas wacana pembangunan tanggul laut raksasa

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/5). Ratas ini membahas pematangan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai salah satu proyek strategis nasional.

Dikutip dari laman Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), proyek itu dirancang untuk melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa yang memiliki peran vital, termasuk sekitar 60% kawasan industri, serta lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terkena dampak.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa perguruan tinggi akan dilibatkan secara aktif melalui kontribusi riset dan inovasi.

Berbagai hasil penelitian yang telah diuji, termasuk di wilayah Demak dan Semarang, akan menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan yang lebih efisien dan tepat guna.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Diktisaintek akan mengoordinasikan para guru besar dan pakar untuk tidak hanya memberikan kajian teknis, tetapi juga terlibat langsung dalam tim pelaksana.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa proyek ini masih tahap perencanaan yang mendalam.

Perencanaan tersebut khususnya terkait aspek konstruksi dan pemanfaatan sumber daya dalam negeri, termasuk pendekatan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan giant sea wall tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas perencanaan.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci untuk memastikan proyek ini kuat secara teknis, tepat secara ekonomi, dan berkelanjutan bagi lingkungan.