
Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan menjalani program Persiapan Keberangkatan (PK) yang dalam praktiknya melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut hal itu untuk memperkuat nasionalisme para peserta.
Bendahara negara ini menyampaikan, pembekalan dengan melibatkan TNI ini bertujuan agar rasa nasionalisme para penerima beasiswa semakin kuat. Ia menyinggung kasus penerima LPDP yang menghina negara beberapa waktu ke belakang.
“Disiplin itu kan latihan kecintaan ke negaranya. Jangan sampai nanti kayak waktu kemarin-kemarin. Pergi ke luar, abis itu hina-hina negara sendiri. Itu nanti yang utama,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Purbaya menilai penggelontoran dana tambahan untuk pembekalan ini sebagai bagian daripada investasi. Menurutnya, dengan diadakan pelatihan ini, dapat menimbulkan rasa cinta tanah air sehingga menimbulkan keinginan untuk menyumbangkan ilmu yang didapat saat menempuh pendidikan ke Indonesia.
Baca juga:
- Dana Abadi LPDP Tembus Rp 180 T, Penerima Beasiswa Capai 58.444 Orang
- LPDP akan Kerja Sama dengan Danantara, Bersiap Tampung Alumni
- Dirut LPDP: Anak Pejabat Tetap Berhak Terima Beasiswa
“Itu investasi. Kalau nambah sedikit, enggak banyak kan pasti. Dibanding biaya mereka bertahun-tahun di luar negeri, terus kalau enggak balik, ruginya banyak saya,” kata dia.
Purbaya tak menyebut berapa nominal pasti yang digelontorkan untuk pembekalan tersebut.
“Gak tau saya, tapi enggak banyak. Kan dengan tentara, TNI, Angkatan Udara. Biasanya sih harganya bukan harga komersial swasta kan. Biasanya sih cukup lah, tapi enggak gila-gilaan itu,” kata dia.
Di sisi lain, Purbaya juga mendorong agar program LPDP difokuskan pada bidang Sains, Teknologi, Rekayasa (Engineering), dan Matematika (STEM). Hal itu, kata Purbaya, agar searag dengan tujuan peningkatan teknologi di Indonesia.
“Saya kemarin ke DC, ketemu mahasiswa yang beasiswa LPDP sama yang enggak beasiswa LPDP itu 50 orang. Sebagian besar jurusannya bukan STEM. Jadi bukan yang dibutuhkan oleh kita. Kita akan ubah itu, karena kita harus meningkatkan pemakaian teknologi ke depan, kalau enggak kita ketinggalan,” kata Purbaya.