
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) menyiapkan ekspansi bisnis pada tahun 2026 untuk memperkuat kinerja jangka panjang. Berdiri sejak tahun 2009, TRIN mulai mengembangkan proyek properti pertamanya yakni Ubud Village.
Setelah 16 tahun berdiri, sejumlah proyek properti telah dan sedang dibangun. Seperti Brooklyn, Springwood Residences, Yukata Suites, The Smith, Collins Boulevard, Marc’s Boulevard dan beberapa proyek lainnya seperti Sequoia Hills Sentul, Holdwell Business Park, dan Tanamori Labuan Bajo.
Memasuki tahun 2026, Co-Founder & Group CEO TRIN, Ishak Chandra menyampaikan bahwa TRIN mengambil langkah transformasi bisnis melalui strategi diversifikasi ke sektor-sektor properti dan infrastruktur bernilai tambah tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TRIN dalam menanggapi dinamika industri properti dan perubahan kebutuhan pasar. Sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Purbaya Sebut Kriteria Direksi BEI Baru Bisa Berantas Saham Gorengan
Sebagai bagian dari strategi tersebut, TRIN berencana memperluas portofolio bisnisnya ke sejumlah sektor strategis. Antara lain pengembangan logistic park, data center, serta ultra luxury hospitality.
“Ketiga sektor ini dipilih berdasarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, tingkat permintaan yang terus meningkat, serta karakteristik yang dinilai sejalan dengan visi Perseroan,” ujar Ishak saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (2/1/2026).
Pengembangan fasilitas data center dan ultra luxury hospitality akan difokuskan di kawasan-kawasan yang berada di pusat aktivitas bisnis. TRIN menilai percepatan transformasi digital, pertumbuhan ekonomi perkotaan, serta meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kualitas hidup akan mendorong permintaan signifikan terhadap infrastruktur logistik, digital dan fasilitas ultra luxury hospitality berbasis Green Development di masa mendatang.
“Kami optimistis langkah diversifikasi ini akan menjadi motor pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan. Strategi ini dirancang secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta keselarasan dengan kekuatan inti Perseroan di sektor properti,” ucap Ishak.
Ketika ditanya terkait alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) dan rencana lokasi dibangunnya ketiga sektor bisnis baru tersebut, manajemen TRIN menyampaikan bahwa saat ini belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Hal ini karena ada data yang belum bisa disampaikan.
Namun yang jelas, TRIN akan segera mempersiapkan seluruh aspek terkait teknis, komersial, dan operasional guna memastikan implementasi strategi pengembangan bisnis berjalan secara optimal. Perseroan menargetkan bahwa tahap awal dari rencana strategis pengembangan bisnis baru ini akan mulai dijalankan pada kuartal pertama tahun 2026.
Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 16.725 Per Dolar AS Hari Ini (2/1), Baht Perkasa
Dengan arah pengembangan baru tersebut, TRIN optimistis dapat memperkuat posisi bisnisnya, meningkatkan kualitas pendapatan, serta membangun fondasi pertumbuhan yang lebih resilien di tengah dinamika industri properti dan infrastruktur nasional.
Selain ekspansi bisnis, TRIN telah mengumumkan pengangkatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama Perseroan setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2025. Masuknya Rahayu yang merupakan anak Hashim Djojohadikusumo, sebagai strategic partner dan Komisaris Utama dinilai membawa perspektif strategis baru yang turut memperkaya arah pengembangan bisnis Perseroan ke depan.
Selain itu, melalui perjanjian kerja sama, Rahayu dengan TRIN sepakat melakukan pengalihan saham dengan Pemegang Saham Utama Perseroan yaitu PT Kunci Daud Indonesia (KDI)dan PT Intan Investama Internasional (III) dengan jumlah sampai dengan 5% pada tahap awal dan opsi selanjutnya sampai dengan 20% dengan nilai per lembar saham yang akan ditentukan pada saat transaksi.
Adapun, referensi harga transaksi yang dipakai adalah harga rata-rata saham Perseroan periode 1 Oktober – 24 Oktober 2025 yang kepastian harganya sedang dalam tahap finalisasi.
Ishak memastikan pengendali TRIN tetap berada pada pemegang saham utama, yaitu PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III). Transaksi pengalihan saham kepada Rahayu Saraswati tidak mengubah struktur pengendalian tersebut.
Indeks Sektor Kesehatan Sepanjang 2025 Naik 43,78%, Begini Prospek di Tahun 2026
Ishak juga menyatakan bahwa masuknya Rahayu Saraswati tidak menjadikan Perseroan berada dalam satu grup perusahaan dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Akan tetapi akan menjadi satu ekosistem dengan semua perusahaan dibawah Rahayu dan keluarga Djojohadikusumo di kemudian hari.
“Kerja sama yang dilakukan antara Ibu Rahayu dan Perseroan bersifat investasi dan kemitraan strategis, sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun mengakibatkan penggabungan grup usaha secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Djojohadikusumo,” jelas Ishak.
Berdasarkan laporan keuangannya, TRIN mengantongi pendapatan sebesar Rp 181,60 miliar sepanjang Januari – September 2025, menurun 6,52% secara year on year (yoy). Serta membukukan laba bersih Rp 28,55 miliar per kuartal III – 2025. Sebelumnya TRIN masih menanggung rugi bersih sebesar Rp 45,21 miliar per kuartal III – 2024.
Jika dilihat berdasarkan kinerja saham, saham TRIN tercatat telah naik 934,19% secara year on year (yoy) menjadi ke level Rp 1.210 per saham pada 2 Januari 2026. Dalam enam bulan terakhir, saham TRIN telah naik 1.122%.