
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatat kinerja positif pada tahun 2025. Prospek harga ayam broiler diproyeksi menjadi salah satu katalis pendorong kinerja CPIN ke depan.
CPIN membukukan pendapatan Rp 70,7 triliun pada tahun 2025, naik 4,78% secara year on year (yoy). Sedangkan laba bersih CPIN melonjak 52% yoy menjadi Rp 5,6 triliun.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo mengatakan, pada kuartal I – 2026 momentum hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Lebaran yang berdekatan berpotensi meningkatkan konsumsi daging ayam.
Melonjak 41%, Charoen Pokhpand (CPIN) Raup Laba Rp 3,36 Triliun per September 2025
“Kondisi ini dapat mendorong perbaikan harga ayam hidup dan menjadi katalis positif bagi CPIN,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).
Azis melihat tantangan utama CPIN berasal dari potensi kenaikan harga pakan ternak, dimana cuaca dan tensi global yang memanas ini berpotensi menaikkan harga bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) yang mana masih diandalkan dari impor.
Hal ini bisa mengerek cost dan berpotensi menekan margin.
Manajemen melihat bahwa harga ayam broiler yang kuat didorong oleh program makan bergizi gratis (MBG) yang tidak menggerogoti permintaan unggas yang ada.
Ketidakpastian Kebijakan, Maybank Pangkas Target Saham Emiten Poultry JPFA dan CPIN
Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas melihat permintaan unggas yang ada (tidak termasuk MBG) menunjukkan peningkatan sejak kuartal IV – 2025 di tengah bantuan sosial.
CPIN Chart by TradingView
“Dengan harga bahan baku yang relatif stabil – harga rata-rata jagung dan bungkil kedelai kuartal I – 2026 masing – masing sebesar Rp 5.900 per kilogram (kg) dan Rp 5.000 per kg, kami memperkirakan tingkat break even point (BEP) ayam broiler berada di Rp 19.400 per kg,” ujar Andrianto dalam risetnya pada 25 Februari 2026.
Steven Willie, Analis NH Korindo Sekuritas mengatakan bahwa kondisi industri unggas stabil menjelang kuartal IV – 2025. Setelah mencapai titik terendah pada kuartal II – 2025, harga unggas mulai stabil.
Perbaikan ini mencerminkan koordinasi industri yang lebih baik, khususnya melalui program pemusnahan day old chick (DOC) dan kontrol impor Grand Parent Stock (GPS) yang lebih ketat. Hal itu bertujuan untuk membatasi pasokan DOC yang berlebihan agar tidak mengalir ke pasar ayam broiler hilir.
Cek Rekomendasi Saham Sektor Poultry untuk Senin (9/2)
Langkah-langkah ini telah membantu mengurangi kondisi kelebihan pasokan yang menekan harga jual rata – rata (ASP) dan margin selama semester I – 2025. Hingga kuartal IV – 2025, harga rata-rata ayam broiler meningkat 8% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ) menjadi Rp 24.421 per kg (dibandingkan Rp 22.685 per kg pada kuartal III – 2025).
“Peningkatan berurutan ini memberikan visibilitas pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan semester I – 2025,” ucap Steven dalam risetnya pada 23 Februari 2026.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia, Jason Chandra mencatat harga ayam broiler naik 6% secara bulanan menjadi Rp 24.400 pada Februari 2026 yang diyakini kemungkinan didorong oleh permintaan yang lebih tinggi menjelang perayaan Lebaran.
Harga DOC juga tetap stabil pada Februari 2026 sebesar Rp 7.300 per anak ayam, menunjukkan kepercayaan karena para peternak terus membesarkan broiler sebagai antisipasi memenuhi permintaan Lebaran.
“Oleh karena itu, kami percaya harga broiler bisa tetap tinggi pada kuartal I – 2026. Secara historis menunjukkan bahwa harga ayam broiler biasanya tinggi selama kuartal perayaan (bulan puasa hingga Lebaran),” ujar Jason.
Proyek Danantara Bakal Jadi Ancaman Bagi Emiten Poultry, Simak Rekomendasi Analis
Jason mengatakan sektor unggas ini didukung oleh harga ayam broiler yang tinggi yang dipicu oleh berlanjutnya program makan bergizi gratis (MBG) pada tahun 2026.
Keterlibatan pemerintah yang lebih besar, termasuk investasi Danantara (Sovereign Fund Indonesia) ke sektor unggas, juga menunjukkan komitmen yang tinggi untuk sepenuhnya menjalankan program makan bergizi gratis.
“Berdasarkan diskusi kami dengan perusahaan unggas dan pengecekan lapangan, pemerintah juga lebih teguh dalam menjaga kestabilan harga unggas,” ucap Jason.
Andrianto memperkirakan laba bersih CPIN pada kuartal I – 2026 mencapai Rp 1,8 triliun. Secara keseluruhan, pendapatan dan laba bersih CPIN tahun 2026 diproyeksikan masing – masing mencapai Rp 77,38 triliun dan Rp 6,08 triliun.
Azis, Andrianto, dan Steven merekomendasikan Buy saham CPIN dengan target harga masing – masing Rp 4.550 per saham, Rp 6.000 per saham, dan Rp 5.060 per saham.
Sementara Jason merekomendasikan Add saham CPIN dengan target harga Rp 5.900 per saham. Risiko terhadap rekomendasi tersebut adalah harga ayam broiler dan DOC lebih rendah dari yang diperkirakan dan fluktuasi biaya pakan.