PTRO akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan, simak rekomendasinya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) menggelar aksi korporasi dengan mengakuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan yaitu PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera.

Sekretaris Perusahaan Petrosea Anto Broto menjelaskan akuisisi ini dilakukan PTRO melalui entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung yaitu PT Petrosindo Sinergi Alur dan PT Petrosindo Sinergi Samudera.

PT Petrosindo Sinergi Alur akan membeli 60% saham PT Vista Maritim Asia dari Kastomo sebesar 55% dan Jalu Yoho Santoso 5% dengan total nilai transaksi sebesar Rp 550 juta.

Petrosea (PTRO) Kempit 55% Saham Nusantara Arung Samudera

Sementara, PT Petrosindo Sinergi Samudera mencaplok 55% saham PT Nusantara Arung Samudera dengan nilai Rp 550 juta. Rinciannya, 45% saham milik Karena Nathani dan 10% milik Maifian Juni Chandra.

“Pengambilalihan saham ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port guna mendukung ekspansi usaha PTRO,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/2/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta bilang akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai logistik sekaligus memperluas sumber pendapatan.

Menurutnya, langkah korporasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan internal grup, tetapi juga membuka peluang layanan logistik bagi emiten lain. Dia menilai ini sejalan dengan upaya diversifikasi bisnis non-batubara.

“Akuisisi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan infrastruktur bagi emiten lainnya serta mendorong diversifikasi ke sektor pelabuhan dan konstruksi khusus,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

  PTRO Chart by TradingView  

Nafan menyebut ekspansi tersebut dapat mengurangi ketergantungan PTRO terhadap volatilitas harga batubara yang selama ini menjadi faktor utama kinerja. Diversifikasi dinilai penting di tengah siklus komoditas yang fluktuatif.

“Dengan akuisisi ini, perusahaan bisa menciptakan efisiensi logistik sehingga berpotensi meningkatkan kinerja top line dan margin keuntungan,” ucap Nafan.

Dia menyoroti sinergi aset pelabuhan dapat memperbaiki struktur biaya karena perusahaan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga. Efisiensi ini berpotensi mendorong peningkatan laba bersih dalam jangka menengah.

Dari sisi pergerakan saham, Nafan mencermati PTRO masih dalam fase bearish consolidation. Dia menyarankan investor untuk wait and see. Adapun PTRO diproyeksikan akan bergerak di kisaran Rp 5.200–Rp 8.275.