Purbaya bidik pemangkasan anggaran 10% demi jaga harga BBM bersubsidi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mempertahankan daya beli masyarakat, salah satunya dengan menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil alias tidak terpengaruh lonjakan harga minyak dunia. Untuk itu, Purbaya berencana memangkas anggaran kementerian/lembaga sekitar 10 persen agar ada ruang untuk menambah subsidi energi. 

Pemangkasan akan dilakukan dengan menyisir belanja non-prioritas hingga penangguhan pengajuan baru penambahan anggaran. “Jadi pada dasarnya kami akan motong anggaran. Saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru jangan diajukan lagi, begitu kira-kira. Nah, menterinya kan malah ngajuin terus,” kata Purbaya usai salat Id di Masjid Salahuddin, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Sabtu (21/3).

Terkait momentum Ramadan dan Lebaran, Purbaya menilai periode ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa berada di kisaran 5,6-5,7 persen — cukup kuat di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga daya beli masyarakat. Dengan begitu, konsumsi dalam negeri yang adalah motor utama perekonomian nasional bisa tetap kuat. Selain itu, pemerintah akan mendoroang realisasi belanja agar tepat waktu guna menjaga perputaran ekonomi.

“Yang jelas dampak global ke sini masih belum terasa karena diserap oleh pemerintah. Jadi kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” kata dia.