Pyridam Farma (PYFA) rancang rights issue 5,7 miliar saham, bidik akuisisi & ekspansi

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru.

Berdasarkan keterbukaan informasi, saham baru yang akan diterbitkan tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per lembar, sementara harga pelaksanaan rights issue akan ditentukan kemudian.

“Saham baru hasil pelaksanaan rights issue tersebut nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen PYFA dikutip Selasa (17/3/2026).

: Grup Pyridam Farma (PYFA) Tingkatkan Kapasitas Produksi Injeksi

Bersamaan dengan aksi korporasi tersebut, PYFA juga berencana menerbitkan waran yang menyertai saham hasil rights issue.

Jumlah waran yang akan diterbitkan maksimal 35% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat penyampaian pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

: : Pyridam Farma (PYFA) Gandeng Perusahaan Korea Genewel

Manajemen menjelaskan bahwa saham baru hasil pelaksanaan rights issue tersebut nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saham tersebut juga akan memiliki hak yang sama dan sederajat, termasuk hak atas dividen, dengan saham PYFA yang telah beredar sebelumnya.

: : Pyridam Farma (PYFA) Bidik Rp420 Miliar Lewat Emisi Obligasi

Perseroan akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana rights issue tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Jika rencana tersebut disetujui dalam RUPSLB, PYFA selanjutnya akan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK beserta dokumen pendukung lainnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, rights issue dapat dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.

Perseroan menargetkan pelaksanaan rights issue dilakukan dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB.

Perkuat Modal dan Ekspansi

Manajemen PYFA menjelaskan bahwa tambahan dana dari rights issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Selain itu, tambahan modal tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam kegiatan operasional, investasi, maupun pendanaan.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut rencananya akan digunakan untuk akuisisi serta pengembangan usaha.

Selain itu, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk modal kerja, belanja modal, serta kebutuhan pendanaan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan operasional dan ekspansi bisnis perusahaan.

Informasi lebih rinci mengenai harga pelaksanaan rights issue, jumlah final saham yang diterbitkan, serta penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus yang diterbitkan menjelang pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Jadwal RUPSLB

PYFA menetapkan sejumlah jadwal penting terkait rencana pelaksanaan RUPSLB, yakni:

  • 16 Maret 2026: Pengumuman RUPSLB serta keterbukaan informasi rights issue melalui situs web BEI, KSEI, dan perseroan.
  • 30 Maret 2026: Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) yang berhak menghadiri RUPSLB.
  • 31 Maret 2026: Pemanggilan RUPSLB.
  • 22 April 2026: RUPSLB diselenggarakan.
  • 24 April 2026: Pengumuman hasil RUPSLB.

Pyridam Farma Tbk – TradingView ______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.