
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Selasa (5/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,17% secara harian ke Rp 17.424 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32% secara harian ke Rp 17.425 per dolar AS.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, data pertumbuhan ekonomi tidak mampu menahan pelemahan rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026.
Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun lalu atas dasar harga berlaku Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp 3.447,7 triliun.
Rupiah Melemah ke Rp 17.377 per Dolar AS Senin (4/5) Siang, Ini Proyeksinya ke Depan
Sehingga pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 apabila dibandingkan dengan triwulan I-2025 (YoY) tumbuh 5,61%.
Ibrahim melihat, rupiah justru semakin tertekan setelah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah.
“Sentimen pasar tetap rapuh setelah pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru,” ucap Ibrahim, Selasa (5/5/2026).
Ibrahim menilai kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah yang berkepanjangan. Tercatat militer AS telah menghancurkan enam kapal serang kecil Iran.
Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,33% ke Rp 17.394 per Dolar AS pada Senin (4/5/2026)
Sementara Iran disebut menargetkan infrastruktur di Uni Emirat Arab, termasuk terminal minyak di pelabuhan Fujairah.
Ibrahim memperkirakan rupiah pada Rabu (6/5/2026) bergerak melemah di level Rp 17.420 – Rp 17.460 per dolar AS.