Rupiah menguat di tengah mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Mata uang rupiah di pasar spot tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini setelah sehari sebelumnya melemah.

Mengutip data Bloomberg, Selasa (24/3/2025), rupiah spot berada di level Rp 16.933 per dolar AS pada pukul 09.30 WIB. 

Rupiah menguat 0,38% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Senin (23/3/2025) yang berada di level Rp 16.997 per dolar AS.

Sementara itu, melansir data Reuters, pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (24/3) cenderung melemah, dengan sejumlah mata uang mencatat penurunan harian yang cukup tajam.

Pergerakan Valas Asia Terimbas Kenaikan Harga Energi

Berdasarkan data pukul 02.04 GMT, won Korea Selatan dan baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar. 

Won tercatat turun 0,93% ke level 1.500,6 per dolar AS, sementara baht melemah 0,95% ke posisi 32,63. Pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura yang turun 0,25%, ringgit Malaysia 0,23%, serta yuan China 0,22%.

Yen Jepang ikut tertekan tipis sebesar 0,11% ke level 158,6 per dolar AS. Sementara itu, peso Filipina dan dolar Taiwan justru mencatat penguatan ringan masing-masing sekitar 0,05%, sedangkan rupee India stagnan.

Secara keseluruhan, tekanan terhadap mata uang kawasan mencerminkan kuatnya dolar AS di pasar global.

Mayoritas Mata Uang Asia Stabil Rabu (18/3), Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan

Jika dilihat sejak awal tahun 2026, sebagian besar mata uang Asia juga masih berada dalam tren pelemahan. Won Korea Selatan mencatat penurunan terdalam hingga 4,07%, diikuti rupee India yang melemah 4,37% dan baht Thailand sebesar 3,62%.

Rupiah Indonesia turut mengalami depresiasi sekitar 1,80% dibandingkan posisi akhir 2025, bergerak ke kisaran 16.975 per dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang justru menunjukkan penguatan secara year-to-date. Ringgit Malaysia menguat 2,81%, yuan China naik 1,35%, dan dolar Singapura menguat 0,59%.