Saham big banks kompak melesat pada sesi I, Selasa (14/4/2026)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham bank besar alias big banks tercatat menguat pada sesi perdagangan pertama hari ini, Selasa (14/4/2026). Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan saham big banks pekan ini, setelah kompak melemah pada perdagangan kemarin.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penguatan paling tinggi. Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Secara rinci, harga saham BBRI di siang ini berada pada Rp 3.470 per saham atau naik 2,97% dibandingkan perdagangan kemarin.

OJK Soroti Tantangan Asuransi Kendaraan Listrik

Saham BMRI menyusul penguatan dengan level harga saat ini di Rp 4.700 per saham, naik 2,17%.

Sedangkan, BBCA dan BBNI sama-sama menguat 1,90% di perdagangan siang ini. BBCA berada di harga Rp 6.700, sementara BBNI berada di harga Rp 3.750.

Sebelumnya, Head Research dari Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai, pergerakan saham big banks pekan ini masih berada dalam fase rebound terbatas atau early-stage bottoming.

Sebab itu, ia menyebut tren penguatan saham big banks pekan ini belum sepertinya belum akan agresif. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakpastian dari sentimen global.

“Pergerakan sektor perbankan saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya arah yield US Treasury, Dollar, dan stabilitas harga komoditas,” kata Liza.

Kabar baiknya, Liza menilai fundamental sektor perbankan, terutama big banks, masih terlihat kuat. Ia melihat ini dari permodalan yang masih solid dan kualitas aset yang tetap terjaga.

Dengan fundamental big banks yang masih baik, Liza tetap merekomendasikan para investor untuk mulai mengakumulasi, tapi tetap berhati-hati. Saham big banks saat ini lebih cocok untuk dikoleksi jangka panjang, dibanding mencari keuntungan jangka pendek.

“Strategi yang lebih tepat bagi investor adalah akumulasi bertahap saat terjadi koreksi, bukan mengejar kenaikan, dengan tetap mencermati risiko utama dari potensi kenaikan yield global dan volatilitas Rupiah yang dapat kembali memicu tekanan outflow,” jelasnya.

ValueMax Klaim Transaksi Gadai Kembali Meningkat Usai Lebaran