Sinergi Inti Andalan (INET) bakal caplok 60% saham Sarana Global Rp280 miliar

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten penyedia jasa internet, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) berencana mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) melalui penyertaan modal senilai Rp280,40 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi, INET akan mengambil sebanyak 180.000 lembar saham baru atau setara 60% dari total saham ditempatkan dan disetor SGI setelah transaksi. Harga pelaksanaan investasi tersebut ditetapkan sebesar Rp1.557.799 per lembar saham.

Direktur INET Willy Usulangi mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kapabilitas bisnis secara terintegrasi, khususnya di sektor infrastruktur telekomunikasi.

: Sinergi Inti Andalan (INET) Cetak Pendapatan Menjulang Rp91,82 Miliar pada 2025

“Perseroan memandang investasi pada PT Sarana Global Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas end-to-end dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, khususnya jaringan kabel fiber optik bawah laut,” kata Willy di keterbukaan informasi, Senin (13/4/2026).

Dengan transaksi ini, lanjut Willy, INET akan menjadi pemegang saham pengendali SGI dan menjadikan perusahaan tersebut sebagai entitas anak. SGI sendiri bergerak di bidang kontraktor telekomunikasi, terutama dalam penggelaran kabel fiber optik bawah laut (submarine cable) melalui entitas anaknya.

: : Sinergi Inti Andalan (INET) Akuisisi 60% Trans Hybrid Communication Rp160 Miliar

Manajemen menilai kepemilikan SGI akan memberikan nilai tambah operasional, terutama dengan adanya aset berupa dua kapal khusus penanaman kabel. Keunggulan tersebut dinilai dapat mempercepat pembangunan jaringan, meningkatkan efisiensi biaya proyek, serta menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.

Selain itu, akuisisi ini juga sejalan dengan strategi ekspansi INET dalam memperluas jaringan backbone, termasuk konektivitas antar pulau dan internasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan trafik data.

: : Sinergi Inti (INET) Tambah Lini Usaha Baru, Garap Bisnis Perangkat Telekomunikasi

Perseroan juga melihat potensi sinergi antara bisnis penyedia jasa internet (ISP) dengan kemampuan konstruksi infrastruktur laut, yang dapat membuka peluang pendapatan baru dari jasa instalasi kepada pihak ketiga.

Dari sisi nilai transaksi, aksi korporasi ini tergolong sebagai transaksi material karena mencapai 65,33% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025. Meski demikian, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan.

Sejalan dengan ketentuan yang berlaku, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026.

Melalui langkah ini, INET berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemain terintegrasi di industri telekomunikasi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pesatnya pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.