
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengungkap alasan melepas kepemilikan seluruh sahamnya pada ruas Jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang dilakukan pada November 2025 lalu.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menjelaskan bahwa aksi divestasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengelola portofolio investasi di sektor infrastruktur jalan tol.
Dia menjelaskan, dana hasil asset recycling itu nantinya akan dialokasikan kembali untuk membiayai proyek-proyek strategis lainnya di Indonesia.
: SMI Bakal Luncurkan Obligasi hingga Rp10 Triliun Sepanjang 2026
“Itu [aksi divestasi] adalah bentuk daripada kami melakukan recycling asset dan tiket pengembalian itu nanti akan kita pakai untuk melakukan penyertaan-penyertaan lainnya,” kata Reynaldi dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Terkait detail nilai transaksi serta pengaruhnya terhadap performa margin perseroan, manajemen SMI belum memberikan perincian angka secara spesifik. Informasi mengenai dampak finansial dari aksi korporasi ini baru akan dipaparkan dalam rilis kinerja tahunan.
: : PT SMI Telah Biayai 129 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp125 Triliun
Dia hanya memastikan setiap penyertaan modal baru yang dilakukan SMI akan tetap selaras dengan mandat utama perusahaan sebagai pendorong (enabler) dan katalisator percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
“Di mana penyertaan itu sesuai dengan mandat kami yaitu sebagai enabler dan katalis proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Dampaknya seperti apa, tunggu laporan keuangan audited kami nanti,” tegasnya.
: : Utang Emiten Bakrie (BNBR) Menggunung Efek Samping Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung
Sebelumnya, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) melalui anak usahanya PT Bakrie Toll Indonesia telah merampungkan akuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Waskita Toll Road senilai total Rp3,56 triliun.
Penandatanganan sales and purchase agreement (SPA) saham PT Cimanggis Cibitung Tollways itu dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (28/11/2025). PT Cimanggis Cibitung Tollways merupakan Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola Ruas Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 km dengan masa konsesi selama 45 tahun yang akan berakhir pada tanggal 10 Agustus 2061.
Secara terperinci, PT Bakrie Toll indonesia mengakuisisi 55% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways dari SMI dan 35% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways dari Waskita Toll Road.
Sebelum transaksi tersebut, BNBR telah memiliki 10% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways. Dengan demikian, emiten Grup Bakrie itu kini menjadi pemilik 100% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways.