
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) alias Surge dan PT Huawei Tech Investment menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mempercepat adopsi teknologi 5G+AI di seluruh sistem perkeretaapian Indonesia.
Dalam Nota Kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU), ketiga pihak akan bersama-sama mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi terbaru dalam tiga area utama.
Pertama, kerja sama infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) dengan jaringan backbone, cakupan nirkabel di stasiun dan depo dan solusi Cloud untuk memastikan keberlanjutan bisnis serta fleksibilitas ekspansi layanan.
Zyrexindo (ZYRX) Rogoh Kocek Rp 68 Miliar untuk Beli Tanah di Jakarta Barat
Kedua, menyediakan jaringan 5G FRMCS terdepan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan layanan, termasuk proyek percontohan di jalur Rangkasbitung–Tanah Abang untuk keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta secara cerdas.
Ketiga, deteksi gerbong barang berbasis AI, dengan menerapkan analisis video berbasis AI untuk memungkinkan deteksi gangguan secara cerdas dan peringatan otomatis pada kereta barang, sehingga meningkatkan efisiensi perputaran dan mengurangi inspeksi manual.
CEO Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menjelaskan kerja sama ini difokuskan pada peningkatan layanan dan konektivitas penumpang, khususnya untuk kereta api jarak jauh di daerah ramai penumpang.
Adapun implementasi awal dari kerja sama strategis ini ditargetkan mulai Juni–Juli 2026, bertepatan musim liburan dengan prioritas rute favorit seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Kalau misalnya ada jaringan broadband berbasis 5G, streaming video jadi lebih maksimal dan layanan internet lebih baik,” jelasnya dalam konferensi pers di Stasiun Tanah Abang Baru, Rabu (15/4).
Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Yune Marketatmo menambahkan kerja sama dengan KAI dan Huawei ini mengintegrasikan ekosistem transportasi dengan infrastruktur digital berbasis 5G.
Dia bilang pengembangan mencakup layanan internet, sistem hiburan, hingga signaling terintegrasi yang ke depan akan berbasis AI. Implementasi dilakukan bertahap dengan milestone yang disepakati tanpa mengganggu operasional kereta yang berjalan.
Usia Tanaman Sudah Tua, Astra Agro (AALI) Replanting 8.000 Hektare Sepanjang 2026
“Ini merupakan langkah awal menggabungkan ekosistem kereta api dan digital connectivity menuju layanan transportasi yang lebih terpadu,” kata Yune.