Summarecon (SMRA) suntik anak usaha Rp 27,02 miliar, ini rinciannya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan adanya transaksi afiliasi Rp 27,02 miliar.

Corporate Secretary SMRA, Lydia Tjio mengatakan, transaksi afiliasi itu berupa penambahan modal oleh perusahaan atau perusahaan terkendali perseroan pada perusahaan terkendali perusahaan lainnya.

Pertama, PT Bandung Tatanan Kota melakukan penambahan penyertaan modal kepada PT Mahkota Pertama Perdana. Jumlah penambahan penyertaan modal Rp 6,5 miliar.

Amman Mineral (AMMN) Masih Miliki 105,8 Juta Saham Hasil Buyback

Kedua, PT Banyumas Eka Mandiri melakukan penambahan penyertaan modal kepada PT Mahkota Intan Cemerlang. Jumlah penambahan penyertaan modal Rp 20,51 miliat.

“Tanggal persetujuan perubahan anggaran dasar pada 6 Januari 2026,” ujarnya dalam keterbukaan informasi tanggal 8 Januari 2026.

Dalam perkembangan terbaru, SMRA mengaku kinerja perusahaan ke depan masih ditopang oleh aset rumah tapak. 

Sayangnya, SMRA tidak memaparkan target kinerja di tahun 2026 lantaran diakui masih dalam penyusunan. 

Namun, segmen pengembangan properti akan berkontribusi sebesar 70% ke pendapatan secara keseluruhan. Sisa 30% berasal dari recurring income

Sebagai gambaran, pendapatan neto SMRA turun 14,86% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 6,41 triliun per September 2025, dari sebelumnya Rp 7,53 triliun pada periode sama tahun lalu. 

Secara rinci, segmen pengembangan properti menyumbang Rp 3,96 triliun ke pendapatan per September 2025. Lalu, segmen properti investasi berkontribusi Rp 1,72 triliun dan segmen lain-lain Rp 722,38 miliar.