Transaksi saham di Wilker OJK Malang tembus Rp6,187 triliun pada Desember 2025

Ussindonesia.co.id MALANG — Rata-rata nilai transaksi saham di wilayah kerja (wilker) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai Rp6,187 triliun selama periode Desember 2025. 

Kepala Kantor OJK Malang Farid Faletehan mengatakan angka tersebut meningkat 56,84% secara year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya adalah sebesar Rp3,945 triliun.

“Antusiasme investor ritel terhadap obligasi ritel negara masih cukup besar di tengah dinamisnya ekonomi domestik dan tingginya ketidakpastian global,” ucap Farid Faletehan dikutip Minggu (15/3/2026). 

: Waspada Risiko Riba saat Tukar Uang Baru untuk Lebaran, Ini Imbauan Pakar Ekonomi Islam

Hal tersebut tercermin dari peningkatan Single Investor Identification (SID) Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 17,13% dari posisi yang sama tahun sebelumnya atau mencapai 34.016 SID. Jumlah nasabah reksa dana juga meningkat signifikan sebesar 19% secara yoy. 

Menurutnya, Daerah Tingkat II di wilayah kerja OJK Malang yang mencatatkan nilai penjualan reksa dana tertinggi adalah Kota Malang dengan total transaksi sebesar Rp542,11 miliar, diikuti Kabupaten Malang sebesar Rp151,24 miliar.

: : Ramadan dan Idulfitri, 5.524 Personel PLN Amankan Keandalan Listrik di Jawa Timur

Dia menjelaskan pula, jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang mencapai 404.759 SID pada Januari 2026 atau tumbuh sebesar 34,67% secara yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 300.566 SID. 

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai bahwa literasi keuangan masyarakat semakin membaik.

: : Promo Produk Eiger di Bazar Ramadan 2026 untuk Mudik dan Lebaran, Berikut Daftar Lokasinya

Hal ini tercermin dari preferensi investor saham yang menempatkan pilihan investasinya di reksa dana maupun obligasi ritel negara. 

Kedua pilihan tersebut menurutnya merupakan pilihan aman di tengah ketidakpastian global yang terus menghantui. Selain aman, kedua instrumen tersebut tetap memiliki keuntungan yang menjanjikan. 

Kemudahan layanan serta operasional dan literasi yang semakin membaik menjadikan pasar modal sebagai pilihan investasi yang menarik, khususnya bagi gen Z dan milenial.

Hal ini juga didukung dengan preferensi gen Z yang lebih memilih portofolio saham daripada harus investasi pada properti.