Trump sebut AS mulai serangan besar-besaran ke Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (28/2) bahwa AS telah memulai “operasi tempur besar-besaran” di Iran. Ia mengatakan bahwa negara Timur Tengah itu menolak seruan Amerika untuk menghentikan produksi senjata nuklirnya.

Trump mengklaim Iran berupaya membangun kembali program nuklir dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mengancam teman dan sekutu AS, serta pasukan yang ditempatkan di luar negeri.

“Nyawa para pahlawan Amerika yang gagah berani mungkin akan hilang dan kita mungkin akan mengalami korban jiwa,” kata Trump, dikutip dari Politico, Sabtu (28/2). “Itu sering terjadi dalam perang, tetapi kita melakukan ini untuk masa depan.”

Trump mengatakan serangan itu menargetkan situs rudal Iran dan Angkatan Laut Iran.

“Kami berulang kali berupaya mencapai kesepakatan,” kata Trump dalam pesan video.  “Kami sudah mencoba. Mereka ingin melakukannya. Mereka tidak ingin melakukannya. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka hanya ingin melakukan kejahatan.”

Dalam pernyataan video yang diunggah ke akun Truth Social miliknya itu, Trump mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari ‘operasi besar-besaran dan berkelanjutan’ terhadap rezim di Teheran, sebagaimana dikutip dari Politico. Namun ia belum memerinci skala serangan.

Dalam video berdurasi 8 menit itu, Trump menyampaikan permohonan langsung kepada rakyat Iran, mendesak mereka untuk tetap berada di dalam rumah. 

“Kepada rakyat Iran yang hebat dan bangga, saya katakan malam ini: Saatnya kebebasan Anda telah tiba,” kata Trump. “Tetaplah berlindung. Jangan tinggalkan rumah Anda. Di luar sangat berbahaya. Bom akan berjatuhan di mana-mana. Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk generasi mendatang.”

Menyampaikan pesan langsung kepada rezim di Teheran, Trump meminta untuk meletakkan senjata atau bersiap menghadapi kematian.

Menyusul pengumuman Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi operasi gabungan tersebut untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran. Hal ini ia sampaikan dalam video yang diunggah sendiri ke media sosial.

“Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh dibiarkan mempersenjatai diri dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia,” kata Netanyahu.

Tak lama setelah pengumuman Trump, militer Israel mengatakan dalam pernyataan di X bahwa mereka mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel, dengan sistem pertahanan yang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.