
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus menggenjot penguatan layanan transaksi digital melalui pengembangan BI-Fast.
Hingga Desember 2025, kinerja BI-Fast di BTN menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan jumlah dan volume transaksi tumbuh lebih dari 15% secara tahunan (year on year/yoy).
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan BI-Fast dalam aktivitas transaksi harian nasabah.
BRI Salurkan KUR Rp 178,08 Triliun pada 2025, Sektor Produksi Mendominasi
“Adopsi BI-Fast terus meningkat seiring dengan kebutuhan nasabah terhadap layanan transaksi yang cepat, efisien, dan real time,” ujarnya kepada Kontan, awal pekan lalu.
Memasuki pengembangan BI-FAST tahap dua, BTN saat ini memfokuskan diri pada penyediaan layanan Request for Payment (RFP). BTN menargetkan layanan RFP BI-Fast dapat resmi beroperasi pada triwulan I 2026, setelah seluruh tahapan kesiapan sistem dan uji operasional rampung.
Selain RFP, BTN juga menyiapkan pengembangan layanan BI-FAST lainnya secara bertahap, seperti bulk credit transfer dan direct debit transfer. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pilihan layanan transaksi digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, baik ritel maupun korporasi.
Thomas menambahkan, setelah layanan RFP diimplementasikan, BTN menargetkan jumlah transaksi BI-Fast dapat meningkat sekitar 20% hingga 30%.
“Peningkatan ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan transaksi digital, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perseroan,” kata Thomas.
BTN Expo 2026 Digelar, Target Akuisisi 25.000 Nasabah dan 500 Akad KPR
Ke depan, BTN akan terus memperkuat ekosistem digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan layanan perbankan digital yang semakin ketat.
Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ritel yang diproses BI-Fast mencapai Rp 11.995 triliun atau tumbuh 34,58% yoy, dengan volume mencapai 4,77 miliar transaksi atau naik 39,07% yoy sepanjang tahun 2025.
Untuk layanan tahap dua, total nilai transaksinya mencapai Rp 9,55 triliun dengan volume hingga 151.000 transaksi. Layanan tahap dua BI-Fast ini terdiri atas layanan transfer kolektif (bulk credit transfer/BCT), pembayaran atas permintaan (request for payment/RFP), serta transfer debit langsung (direct debit transfer/DDT).