
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (26/2). Adapun IHSG menutup perdagangan Rabu (25/2) dengan menguat 0,50% ke level 8.322,22.
Penguatan IHSG sejalan dengan sejumlah indeks Bursa di regional. Misalnya, indeks asal Jepang, Nikkei225 ditutup menguat 2,20%. Indeks Hang Seng asal Hong Kong juga naik 0,66% dalam sehari.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menjelaskan penguatan IHSG dan sejumlah Bursa Asia muncul didorong oleh optimisme pasar terhadap sektor AI.
“Di dalam negeri, penguatan tertahan oleh sikap hati-hati menjelang rilis data domestik pekan depan termasuk inflasi Februari dan neraca perdagangan Januari,” jelas Nico dalam riset, Rabu (25/2/2026).
IHSG Menguat 0,50% ke 8.322 pada Rabu (25/2/2026), INKP, ADMR, EXCL Top Gainers LQ45
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dalam rentang level 8.247 dan resistance 8.430 pada perdagangan Kamis (26/2/2026).
“Dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren dan masih bergerak di atas MA10 atau ke level 8.275 yang menunjukkan tren bullish dalam jangka pendek,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).
Audi menjelaskan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, ketidakpastian global yang meningkat seiring dengan tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Kedua, kenaikan harga komoditas global, seperti batubara ke level US$ 117 per ton seiring dengan transisi ke energi bersih yang masih membutuhkan waktu panjang dan mendorong demand batubara.
Ekspansi Toko Jadi Katalis Pendorong Kinerja Aspirasi Hidup (ACES)
Kenaikan juga terjadi pada komoditas emas dan silver, seiring dengan ketidakpastian yang meningkat. Audi bilang hal tersebut masih akan berkorelasi positif terhadap emiten yang berkaitan dengan komoditas itu.
Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menambahkan secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA20. Namun Indikator Stochastic RSI telah berada pada area overbought.
“Indikator MACD mulai menunjukkan penyempitan pada slope positif sehingga, IHSG berpotensi terkonsolidasi pada area 8.250 sampai dengan 8.350 pada perdagangan Kamis (26/2/2026),” katanya.
Saham pilihan Phintraco Sekuritas jatuh pada MEDC, ELSA, KLBF, BKSL dan ASII.
Sementara, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan trading buy ADMR dengan support Rp 1.995 dan resistance Rp 2.380 serta speculative buy MEDC dengan support Rp 1.655 dan resistance di Rp 1.890,