
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk resmi melakukan rebranding dengan mengubah nama menjadi PT MDS Retailing Tbk.
Langkah ini menjadi penanda fase baru transformasi emiten berkode saham LPPF tersebut yang dinilai berpotensi membawa perbaikan kinerja secara bertahap ke depan.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai perubahan nama tersebut bukan sekadar kosmetik, melainkan mencerminkan arah bisnis baru yang lebih luas.
Menurut dia, rebranding ini membuka peluang bagi perusahaan ritel Grup Lippo itu untuk keluar dari ketergantungan pada model department store konvensional.
Matahari (LPPF) Ubah Nama Jadi MDS Retailing, Perkuat Strategi Ritel Multi Konsep
“Transformasi ini mencerminkan upaya perusahaan untuk bergerak menuju model bisnis multi konsep yang lebih fleksibel,” ujar Elandry kepada KONTAN, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, strategi tersebut sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang kini semakin menginginkan pengalaman belanja yang beragam, serta integrasi yang lebih kuat antara kanal online dan offline.
Dengan kata lain, ritel tidak lagi hanya soal toko fisik, tetapi juga ekosistem pengalaman berbelanja yang lebih menyatu.
Meski demikian, Elandry menegaskan bahwa keberhasilan transformasi LPPF akan sangat bergantung pada eksekusi di lapangan.
Ia menyebut sejumlah faktor krusial seperti kurasi produk yang tepat, efisiensi operasional, hingga kemampuan perusahaan menjangkau segmen pasar baru akan menentukan arah kinerja ke depan.
Untuk prospek jangka menengah, ia memperkirakan kinerja LPPF akan membaik secara bertahap hingga akhir 2026. Dorongan utama berasal dari potensi pemulihan daya beli masyarakat, optimalisasi jaringan gerai, serta penguatan portofolio merek dan produk private label.
Ganti Nama Jadi Pelindo Sinergi Lokaseva, Fokus Integrasi Pelabuhan dan Logistik
Menurutnya, momentum musiman seperti periode hari raya dan akhir tahun juga masih akan menjadi penopang penting bagi penjualan.
Namun di sisi lain, tantangan tetap tidak ringan, mulai dari ketatnya persaingan dengan pemain ritel lain termasuk platform daring, perubahan preferensi konsumen yang cepat, hingga tekanan biaya operasional.
“Perbaikan kinerja diperkirakan belum akan terlalu agresif dalam jangka pendek, dengan potensi yang lebih terlihat pada periode berikutnya apabila transformasi berjalan efektif,” kata Elandry.
Dari sisi pasar saham, ia memberikan pandangan netral atau hold terhadap LPPF. Penilaian ini mempertimbangkan valuasi saham yang dinilai sudah cukup mencerminkan ekspektasi pemulihan, sementara proses transformasi bisnis masih berada pada tahap awal dan menyimpan risiko eksekusi.
LPPF Chart by TradingView
Meski terdapat indikasi perbaikan fundamental, konsistensi kinerja masih perlu diuji dalam beberapa periode ke depan.
Untuk proyeksi harga, Elandry memperkirakan saham LPPF akan bergerak di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.400 sepanjang 2026, dengan catatan bergantung pada keberhasilan implementasi strategi multi konsep, pertumbuhan penjualan toko yang sama, serta kemampuan menjaga margin.
MDS Retailing (LPPF) Punya Strategi Ritel Multi Konsep Usai Ubah Nama, Cek Prospeknya
Sebelumnya, CEO LPPF Monish Mansukhani menegaskan bahwa perubahan nama ini merupakan bagian dari strategi ekspansi bisnis.
Ia menyebut perusahaan ingin melampaui model ritel tunggal dan berkembang menjadi pengelola berbagai merek serta konsep belanja yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen.
“Nama baru mencerminkan ekspansi perusahaan menjadi jaringan ritel yang lebih luas, mengembangkan dan mengoperasikan berbagai merek dan konsep,” ujar Monish.