
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Bank MNC Internasional Tbk berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,45 miliar saham seri B.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/5/2026), aksi korporasi ini setara maksimal 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juni 2026.
Manajemen menjelaskan, seluruh dana hasil PMTHMETD setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat penyaluran kredit.
“PMTHMETD dilakukan dalam rangka selain perbaikan posisi keuangan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis (14/5/2026).
Bank berkode saham BABP itu menyebut aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas ekspansi bisnis, khususnya pembiayaan kredit.
BSI Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp75,3 Triliun hingga Maret 2026
Selain itu, bertambahnya jumlah saham beredar juga diyakini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan juga membuka peluang masuknya investor strategis baru melalui aksi korporasi tersebut. Namun hingga saat ini, manajemen mengaku belum memiliki calon investor yang akan menyerap saham baru hasil PMTHMETD.
Adapun saham baru yang diterbitkan merupakan saham seri B bernominal Rp 50 per saham. Mengacu ketentuan BEI, harga pelaksanaan PMTHMETD minimal sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan saham tambahan.
PMTHMETD dapat dilaksanakan dalam jangka waktu dua tahun sejak memperoleh persetujuan RUPSLB, atau paling lambat hingga 22 Juni 2028.
Secara proforma, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan akan meningkat dari 44,45 miliar saham menjadi 48,90 miliar saham setelah private placement dilakukan penuh.
Aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama hingga maksimal 9,09%.
Kredit Investasi Tumbuh, Ekonom: Masih Bergantung pada Belanja Pemerintah
Dari sisi kinerja, PT Bank MNC Internasional Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 81,77 miliar sepanjang 2025, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 74,85 miliar.
Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross juga membaik menjadi 2,99% pada akhir 2025, dari sebelumnya 3,90% pada 2024. Sementara rasio kecukupan modal (KPMM/CAR) tercatat berada di level 24,66%.
Dengan tambahan modal dari PMTHMETD, rasio KPMM perseroan diproyeksikan meningkat menjadi 25,82%.
Saat ini pemegang saham utama MNC Bank masih didominasi kelompok usaha MNC Group. PT MNC Kapital Indonesia Tbk menggenggam 49,83% saham perseroan, baik melalui kepemilikan saham seri A maupun seri B.