Pencabutan izin Agincourt jadi sentimen jangka pendek, ini rekomendasi UNTR dan ASII

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra International Tbk (ASII) sempat terguncang karena pencabutan izin operasional anak usahannya, yakni PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe. 

PT Agincourt Resources bersama 27 perusahaan lainnya harus dicabut izinnya karena dinilai melanggar peraturan lingkungan yang memperburuk dampak banjir di Sumatra pada akhir tahun lalu. 

Pada perdagangan Rabu (21/1), ASII ditutup anjlok 9,28% ke posisi Rp 6.600 per saham. Namun pada Kamis (22/1), saham ASII berhasil bangkit dan ditutup menguat 2,65% ke level Rp 6.775. 

Cermati Rekomendasi Saham Teknikal LPCK, BBSI, CPRO untuk Jumat (23/1)

Serupa, saham UNTR juga turun tajam hingga 14,93% ke level Rp 27.200 pada Rabu (21/1). Namun saham UNTR berhasil menutup perdagangan Kamis (22/1) dengan menguat 0,92% ke posisi Rp 27.450. 

Head of Research KISI Muhammad Wafi menilai sentimen pencabutan izin tersebut hanya bersifat sementara terhadap pergerakan harga saham UNTR dan ASII akibat reaksi berlebihan pasar. 

“Secara fundamental, Grup Astra punya rekam jejak tata kelola dan legal yang kuat untuk membenahi sengketa perizinan,” katanya kepada Kontan, Kamis (22/1). 

Wafi bilang selama isu ini bersifat administratif dan bisa diselesaikan, prospek jangka panjang tetap solid karena bisnis inti dari UNTR, yaitu PT Pamapersada Nusantara dan alat berat tidak terganggu. 

Teranyar, UNTR akan melakukan pembelian kembali alias buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan anggaran Rp 2 triliun mulai 22 Januari 2026. Ini mengikuti jejak ASII yang sudah terlebih dahulu menggelar buyback mulai 19 Januari 2026.  

Wafi menilai aksi korporasi tersebut akan efektif sebagai stabilisator harga di tengah tekanan sentimen negatif yang ada. Dia menyoroti dengan anggaran yang besar, bisa menjadi sinyal manajemen Grup Astra punya likuiditas melimpah. 

“Alokasi dana besar menjadi sinyal tegas kalau manajemen menilai nilai harga sahamnya sudah undervalued dan manajemen punya likuiditas sangat melimpah,” kata Wafi.

Lebih lanjut, Wafi merekomendasikan beli ASII dengan target harga di Rp 7.600 per saham. Sementara untuk UNTR, dia merekomendasikan hold dengan target harga di Rp 26.900 per saham.

Saham Ini Tersengat Sentimen Proyek PSEL Danantara, Begini Strategis Investasinya