PGEO umumkan MESOP 210,77 juta saham per 24 Februari 2026

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengumumkan rencana pelaksanaan program Management and Employee Stock Option (MESOP) sebanyak 210,77 juta saham.

Melansir keterbukaan informasi, program MESOP dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Tahap I (Exercise Kelima), Tahap II (Exercise Keempat), dan Tahap III (Exercise kedua). Periode pelaksanaan program MESOP berlangsung 30 hari bursa terhitung sejak tanggal 24 Februari 2026.

Perinciannya, harga pelaksanaan Tahap I ditetapkan Rp648 per saham atas 129.120.234 saham, harga pelaksanaan Tahap II Rp1.087 per saham atas 55.355.954 saham, dan harga pelaksanaan tahap III Rp838 per saham atas 26.300.309 saham.

“Hak opsi yang belum dilaksanakan dapat dilaksanakan pada periode pelaksanaan berikutnya,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Kitty Andhora, dikutip Senin (16/2/2026).

Adapun, MESOP adalah program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu dalam periode yang ditetapkan. Dalam praktiknya, saham MESOP dapat berasal dari penerbitan saham baru atau dari saham existing seperti treasury stock hasil buyback. 

Dari sisi struktur kepemilikan, pelaksanaan MESOP berpotensi memengaruhi tingkat free float perusahaan. Jika MESOP menggunakan saham baru, maka jumlah saham beredar akan bertambah dan menyebabkan dilusi, sehingga persentase kepemilikan publik dapat menurun. 

Sementara jika menggunakan saham existing, dampaknya terhadap free float bergantung pada profil penerima saham. Apabila saham diberikan kepada direksi dan manajemen inti yang tidak dikategorikan sebagai publik, maka free float juga cenderung turun.

Secara umum, MESOP sering dipersepsikan pasar sebagai faktor minor yang menekan free float, terutama karena saham hasil MESOP biasanya dikenakan periode penguncian (lock-up) dan tidak langsung likuid di pasar. Oleh karena itu, meskipun bersifat insentif internal, MESOP tetap menjadi salah satu variabel yang diperhatikan investor dalam menilai likuiditas saham dan struktur kepemilikan perusahaan.

Menilik kinerja sahamnya, PGEO pada penutupan Jumat (13/2/2026) turun 2,07% ke Rp1.180. Melansir Stockbit Sekuritas, free float PGEO saat ini berada di level 10,90%.

Berdasarkan data kepemilikan, pemegang saham pengendali PGEO adalah PT Pertamina Power Indonesia (PPI) yang menggenggam 28,57 miliar saham atau setara 68,32%. Kemudian, ada Masdar Indonesia Solar Holdings RSC Limited yang menggenggam 6,21 miliar saham atau 14,84%.

Saham PGEO yang dimiliki masyarakat non warkat mencapai 4,56 miliar atau 10,90%, serta PT Pertamina Pedeve Indonesia (Pedeve) dengan kepemilikan 2,48 miliar saham atau 5,92%.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.