
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Konglomerat Prajogo Pangestu tercatat rutin mengoleksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sepanjang 2026. Sedikitnya, Prajogo telah melakukan dua kali transaksi untuk menambah kepemilikannya di saham Grup Barito itu.
Teranyar, Prajogo Pangestu membeli sebanyak 1 juta lembar saham BREN pada perdagangan Jumat (15/1/2026). Pada perdagangan tersebut, Prajogo tercatat melakukan pembelian saham biasa secara bertahap, dengan harga yang beragam.
Setidaknya, sebanyak 7 kali transaksi dilakukan bos PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) ini untuk mengakumulasi sebanyak 1 juta lembar saham BREN. Total, dana yang digelontorkan Prajogo dalam transaksi ini mencapai Rp9,60 miliar.
: Prajogo Borong 1,33 Juta Saham Barito Renewables, Harga BREN Terbang 4,62%
Dengan begitu, Prajogo Pangestu yang semula menggenggam 139.789.700 unit saham BREN, kini telah menambah kepemilikannya menjadi 140.789.700 unit. Angka itu mencerminkan kepemilikan mencapai 0,105%.
Dalam laporan BREN terhadap transaksi tersebut, manajemen menegaskan bahwa tujuan transaksi pria asal Kalimantan Barat ini untuk investasi pribadi.
: : IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis, Saham Emiten Prajogo Kompak Loyo
Sebelumnya, Prajogo Pangestu juga tercatat memborong saham BREN pada perdagangan 13 Januari 2026. Pria yang bernama asli Phang Djoen Phen sempat memborong 1.330.000 saham biasa milik BREN pada kisaran harga Rp8.800–Rp9.025 per saham.
Penambahan 0,001% kepemilikan oleh Prajogo Pangestu di saham BREN membuat harga sahamnya menguat pada perdagangan keesokan hari. Berdasarkan data BEI, harga saham BREN ditutup di level Rp9.200 pada perdagangan Selasa (13/1) dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/1) di level Rp9.650 per saham.
: : Update PT Intam dari Emiten Prajogo, Petrindo Jaya (CUAN)
Dengan kata lain, Prajogo mendapatkan harga premium dari kenaikan harga saham tersebut. Pasalnya, dari 10 transaksi yang dilakukan Prajogo pada perdagangan Selasa, 8 di antaranya memiliki harga di bawah Rp9.000.
Dengan asumsi semua saham yang diborong Prajogo pada Selasa (13/1) memiliki harga Rp9.025, pria yang disebut pernah bekerja sebagai sopir angkot ini telah menambah kekayaan hingga Rp831,25 juta hanya dalam satu hari perdagangan melalui transaksi tersebut.
Dalam catatan Forbes per 2025, Prajogo Pangestu memang menjadi orang terkaya nomor 2 di Indonesia. Data Forbes per 18 Januari 2026, menyebut bahwa pria berusia 81 tahun ini memiliki kekayaan hingga US$34,4 miliar. Dengan kekayaan itu, pria ini duduk di peringkat 60 orang terkaya di dunia.
BARITO RENEWABLES ENERGY TBK – TradingView
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.