
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Bloomberg, pada Selasa (20/1/2026) pukul 11.54 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.969 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,08% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.955 per dolar AS.
Pada perdagangan Senin (19/1/2026) kemarin, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.955 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,40% secara harian dari akhir pekan lalu.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada RDG BI pada 21 Januari 2026, serta kekhawatiran terhadap pelebaran defisit fiskal.
Masih Loyo, Rupiah Spot Melemah 0,08% ke Rp 16.969 per Dolar AS Selasa (20/1) Siang
Menariknya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah kondisi dolar AS yang sebenarnya masih berada dalam fase tertekan. Hal ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah lebih banyak dipicu oleh sentimen domestik.
Selain itu, pasar juga merespons kabar mengenai pencalonan keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto yakni Thomas Djiwandono sebagai deputi gubernur Bank Indonesia.
Isu tersebut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral ke depan.
“Tentunya investor mengkhawatirkan apabila independensi BI semakin dipertanyakan,” ujar Lukman kepada Kontan, Senin (20/1/2026).
Dampak Perang Dagang Trump: Yield Obligasi AS Melonjak
Lukman bilang rupiah berpeluang bisa menyentuh level psikologis Rp 17.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini.
“Kalau tanpa intervensi, iya bisa Rp 17.000 per dolar AS,” pungkasnya.