
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia membeberkan beberapa faktor yang bisa mempengaruhi prospek kinerja unitlink berbasis saham pada tahun ini.
Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono menerangkan prospek unitlink berbasis saham tahun ini akan dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.
Dari sisi eksternal, dia bilang arah suku bunga global, dinamika geopolitik, serta arus dana asing akan menjadi faktor penting dalam membentuk sentimen pasar.
Ini Strategi Asuransi Digital (YOII) untuk Dorong Kinerja Pendapatan Premi pada 2026
“Selain itu, kejelasan arah kebijakan moneter global dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk saham di pasar berkembang,” ungkapnya kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).
Dari sisi domestik, Kornelis menyampaikan stabilitas kebijakan fiskal dan moneter, serta pertumbuhan ekonomi juga akan mempengaruhi. Ditambah, kinerja sektor-sektor utama di bursa juga akan menentukan daya tahan indeks, khususnya saham berkapitalisasi besar yang menjadi underlying mayoritas fund unitlink saham.
Meskipun dinamika pasar masih mungkin terjadi dalam jangka pendek, dia mengatakan unitlink berbasis saham tetap relevan bagi nasabah. Khususnya, bagi mereka dengan profil risiko agresif dan horizon investasi jangka panjang.
“Oleh karena itu, disiplin investasi dan diversifikasi tetap menjadi pendekatan yang penting dalam menghadapi siklus pasar,” kata Kornelis.
Tokio Marine Sebut Asuransi Marine Cargo Masih Berpeluang Tumbuh Positif pada 2026
Terkait kinerja, Kornelis mengatakan kontribusi premi Tokio Marine Life hingga akhir 2025 masih didominasi produk non unitlink atau tradisional. Dia bilang hal itu sejalan dengan tren industri yang menunjukkan preferensi masyarakat terhadap produk dengan manfaat perlindungan yang lebih pasti.
“Secara total portofolio, produk tradisional berkontribusi sekitar 70%, sedangkan unitlink sekitar 30%. Namun, berdasarkan kanal distribusi keagenan, kontribusi unitlink dan tradisional relatif berimbang, yakni masing-masing sekitar 50%,” ucapnya.
Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Tokio Marine Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 631,71 miliar per akhir 2025.