Rupiah melemah dan premi risiko naik, ekonom: portofolio saham-obligasi rawan koreksi

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Risiko investasi di Indonesia dinilai meningkat seiring tekanan yang terjadi di berbagai indikator pasar keuangan domestik. Sejumlah indikator di pasar keuangan domestik anjlok hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (18/5) melemah tajam 124,08 poin atau 1,85% ke 6.599,24. Lalu, indikator lain seperti imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke level 6,85. Premi risiko gagal bayar atau...

Read More »

Sumber Mas Konstruksi (SMKM) siap transformasi bisnis ke sektor akuakultur

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) akan bertransisi dari perusahaan konstruksi tradisional menjadi group infrastruktur akuakultur dan ekosistem terintegrasi di tingkat regional. Transformasi tersebut dilakukan melalui serangkaian aksi akuisisi yang dilakukan terhadap perusahaan di Singapura yakni PanAsia dan LSO. Sebagai bagian dari integrasi strategis ini, SMKM telah menandatangani Conditional Sale and Purchase...

Read More »

Kapan waktu yang tepat untuk jual saham dalam kondisi rugi?

Banyak investor pernah mengalami penyesalan setelah membeli atau menjual saham. Ketika harga saham turun tajam, rasa panik sering membuat investor mengambil keputusan emosional yang justru merugikan. Pakar keuangan sekaligus pembawa podcast terkenal, Suze Orman, membagikan satu prinsip penting tentang kapan investor sebaiknya menjual saham meskipun...

Read More »

BBCA berhasil bertahan kala saham bank terkapar, simak rekomendasi analis

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Mayoritas saham sektor perbankan tak berhasil mencapai zona hijau pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026). Kombinasi sentimen global dan domestik menjadi penyebabnya. Pada akhir perdagangan hari ini, saham bank besar yang berhasil parkir di zona hijau hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dengan catatan kenaikan harga 0,41% dibanding perdagangan sebelumnya menjadi Rp 6.125. Sementara lainnya kompak loyo. Saham PT Bank...

Read More »

Sinergi merger mulai terasa, simak prospek saham XLSmart (EXCL)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Pasca merger, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menunjukkan kinerja operasional yang solid. Walaupun masih mencatatkan rugi, tetapi pendapatan EXCL masih mampu tumbuh double digit. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, EXCL meraup pendapatan sebesar Rp 11,81 triliun. Ini tumbuh 37,42% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 8,60 triliun per 31 Maret 2025. Rinciannya, pendapatan dari jasa GSM mobile dan...

Read More »