Kinerja EXCL Diproyeksi Membaik Pasca Merger XL-Smartfren, Cek Rekomendasi Sahamnya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Prospek kinerja PT XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) pada 2026 dinilai masih menghadapi tantangan, meski ruang perbaikan mulai terbuka seiring berjalannya proses pasca-merger PT XL Axiata Tbk dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). EXCL saat ini tengah berhadapan dengan risiko pangsa pasar. Jumlah pelanggan seluler EXCL turun sekitar 15 juta sejak rencana merger oleh EXCL dan FREN, meskipun sebagian penurunan ini...

Read More »

Prajogo Pangestu kembali beli saham Barito Renewables Energy (BREN)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Konglomerat Prajogo Pangestu kembali melakukan pembelian saham emiten yang dikendalikannya yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (19/1/2026), Prajogo membeli 1 juta saham BREN pada 15 Januari 2026. Aksi pembelian saham ini terbagi dalam 7 transaksi dengan rentang harga mulai dari Rp 9.525 per saham sampai Rp 9.675 per saham. Alhasil, total dana...

Read More »

Rupiah spot melemah 0,10% ke Rp 16.904 per dolar AS pada Senin (19/1) pagi

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Rupiah spot dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini. Senin (19/1/2026) pukul 09.03 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.904 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,10% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.887 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,51%, disusul yen Jepang yang menguat 0,24%, dolar Singapura menguat 0,18%,...

Read More »

IHSG melemah ke level 9.029 mengawal Senin (19/1) pagi, mengekor bursa regional

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Senin (19/1/2026), seiring tekanan yang melanda bursa saham regional Asia. Mengutip data RTI pada pukul 09.15 WIB, IHSG terkoreksi 0,51% atau 46,32 poin ke level 9.029,09. Sebanyak 361 saham melemah, 222 saham menguat, dan 130 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 10,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,7 triliun. Baca Juga: Rupiah...

Read More »

Tekanan mereda, kinerja perbankan berpeluang pulih bertahap, bagaimana dengan BBTN?

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Sepanjang tahun 2025, sektor perbankan menghadapi tahun yang sulit pada tahun 2025> Salah satu penyebab adalah daya beli lesu yang berpengaruh ke penyaluran kredit. Kebijakan makroekonomi menjadi katalis yang memengaruhi lanskap perbankan di tahun 2026. David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksi kinerja perbankan di awal 2026 akan relatif stabil dengan kecenderungan membaik. Penopangnya...

Read More »