Bahlil tuntaskan divestasi 10 persen saham Freeport untuk rakyat Papua

Jakarta, IDN Times – Pemerintah akan segera menuntaskan proses pelepasan 10 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Pemerintah Provinsi Papua. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan dirinya telah bertemu dengan Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri kemarin, Rabu (21/1/2026) untuk membahas hal tersebut.

“Kami membahas beberapa soal, termasuk dalamnya adalah persoalan saham Papua di Freeport yang 10 persen dalam waktu dekat kami akan segera menyelesaikan,” kata Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis ( saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1).

1. Prosesnya selesai di awal tahun

Bahlil optimistis proses pelepasan 10 persen saham PTFI untuk Pemprov Papua selesai di kuartal I-2026.

“Insyaallah selesai, selasai,” ucap Bahlil.

2. Prabowo janjikan 10 persen saham PTFI untuk Papua

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berjanji akan melepas 10 persen saham PTFI untuk masyarakat Papua.

Janji Prabowo itu disampaikan oleh Ketua Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP), Velix Wanggai pada 16 Desember 2025 lalu.

“Ada arahan dari Bapak Presiden untuk kita membahas tentang skema divestasi Freeport. Terutama 10 persen yang menjadi hak dari orang asli Papua akan kita bincangkan antara Gubernur-Gubernur di tanah Papua, dan ini masih dalam kerangka anggaran,” kata Velix di Istana Kepresidenan, Jakarta.

3. Dibentuk perusahaan untuk proses divestasi

Bahlil mengatakan, proses itu akan dilakukan dengan skema divestasi melalui perusahaan yang dibentuk Pemprov Papua, yakni PT Papua Divestasi Mandiri.

Dengan pemerintah akan mengakuisisi 12 persen lagi saham PTFI dari Freeport McMoran, kepala daerah di Papua diminta untuk berdiskusi untuk pembagian jatah dividen.

Freeport Targetkan Tambang Bawah Tanah Beroperasi Lagi Awal 2026 RI-Freeport Sepakat Soal Divestasi, tetapi Belum Ada Hitam di Atas Putih Bahlil Targetkan RI Setop Impor BBM RON 92-98 hingga Avtur Tahun Depan