Nagita Slavina bakal masuk pasar modal, siap beli banyak saham ini

Jakarta, IDN Times – Nagita Slavina berencana berkecimpung di pasar modal Indonesia dengan masuk ke emiten PT Satu Visi Putra Tbk (VISI). VISI dikenal sebagai perusahaan bergerak pada perdagangan besar untuk bahan periklanan (advertising) dan percetakan (printing) seperti banner, display, tinta, dan papan PVC.

Mengutip laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Nagita Slavina disebut masih dalam proses negosiasi sebagai pengendali baru perusahaan. Negosiasi tersebut dilakukan dengan pemegang saham penjual atas rencana pengambilalihan saham VISI.

“Pada tanggal 11 Februari 2026, Perseroan telah menerima surat pemberitahuan atas pengumuman negosiasi yang dilakukan oleh Nagita Slavina, selaku Calon Pengendali Bari, dengan Pemegang Saham Penjual atas rencana pengambilalihan saham-saham PT Satu Visi Putra Tbk,” tulis manajemen VISI, dikutip Kamis (12/2/2026).

1. Tidak ada dampak operasional dan keuangan bagi perseroan

Lebih lanjut, manajemen VISI mengatakan, rencana masuknya Nagita tersebut tidak akan memberikan dampak bagi operasional dan kondisi keuangan Perseroan. Selain itu, tidak ada juga gangguan terhadap status hukum Perseroan.

“Selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas, hingga saat ini tidak terdapat kejadian, informasi atau fakta material lama yang tidak diungkapkan,” tulis manajemen VISI.

MSCI Depak 2 Saham RI, Begini Respons OJK 2. VISI masuk dalam papan pemantauan khusus

Sebagai informasi, VISI saat ini tengah masuk dalam papan pemantauan khusus alias Full Call Auction (FCA).

Adapun kini saham VISI ada dalam posisi melemah hingga autor reject bawah (ARB) 9,89 persen pada harga Rp820 per lembar saham.

3. Alasan VISI masuk dalam FCA

VISI masuk ke dalam FCA bukannya tanpa alasan. Sebab, emiten tersebut kena penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari sehari bursa akibat aktivitas perdagangan.

Selama 2026, perdagangan VISI dihentikan sementara atau suspensi dua kali yakni pada 21 dan 23 Januari lantaran kenaikan harga secara kumulatif yang signifikan.

Hashim Ungkap Prabowo Marah soal MSCI, Minta Pejabat BEI-OJK Mundur