
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas pada Rabu (25/3/2026) saat pasar kembali beroperasi penuh setelah libur panjang Idulfitri.
Sebagaimana diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan selama periode 18—24 Maret 2026 dalam rangka libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026. Momentum kembalinya aktivitas pasar ini diperkirakan akan diwarnai oleh penyesuaian portofolio investor.
Tim Riset MNC Sekuritas mencatat bahwa sebelum libur panjang, IHSG sempat menguat 1,20% ke level 7.106 disertai munculnya volume pembelian signifikan.
Secara teknikal, area penguatan terdekat di level 7.115 telah tercapai, sehingga indeks komposit saat ini diproyeksikan membidik target resistansi berikutnya.
: IHSG Bergejolak, Analis Sarankan Beli Saham Diskon dan Dividen Tinggi
MNC Sekuritas juga memperkirakan posisi IHSG masih berada pada bagian wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah.
“Terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.745 – 6.887. Adapun area penguatan terdekat berikutnya berada di 7.176 – 7.238,” tulis publikasi riset MNC Sekuritas dikutip Selasa (24/3/2026).
Saat ini, tim riset MNC menyatakan bahwa level support kuat IHSG berada di 6.991 dan 6.843, sementara level resistansi dipatok pada 7.156 dan 7.239.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham yang layak dicermati pada perdagangan besok.
Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas untuk Rabu 25 Maret 2026: PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)
BBYB tercatat menguat 4,35% ke level Rp288 sebelum libur panjang. Investor disarankan melakukan buy on weakness pada rentang Rp272—Rp286 dengan target harga di Rp316 dan Rp346, serta stoploss di bawah Rp264.
PT XL Axiata Tbk. (EXCL)
EXCL mencatatkan kenaikan 15,63% ke level Rp2.960. Rekomendasi buy on weakness berada di rentang Rp2.710—Rp2.870 dengan target harga di level Rp3.080 dan Rp3.260 per saham.
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA)
Emiten nikel anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) ini bertahan di level Rp700 dan masih berada di atas MA60. Strategi buy on weakness disarankan pada area Rp665—Rp690 dengan target harga Rp750 hingga Rp825.
PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA)
Meskipun sempat terkoreksi ke level Rp2.510 per saham, HRTA dinilai masih prospektif. Rekomendasi speculative buy berada di rentang Rp2.440—Rp2.500 dengan target harga Rp2.790 dan Rp2.940 per saham.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.