
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Senin (23/2). Analis MNC Sekuritas melihat IHSG terkoreksi 0,03 persen ke 8.271 dan masih didominasi oleh tekanan jual.
Apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.170. IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.440-8.503.
“Namun, waspadai akan adanya potensi koreksi ke 8.059-8.119,” tulis analis MNC Sekuritas, Senin (23/2).
Analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham BIRD, BMRS, INCO, dan NICL untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Senin (23/2).
Analis Phintraco Sekuritas melihat kinerja IHSG pada Jumat (21/2) didorong oleh penguatan terbesar pada sektor infrastruktur. Sedangkan sektor noncyclicals mencatatkan koreksi terbesar.
Sentimen negatif berasal dari melemahnya indeks bursa Asia akibat memanasnya tensi AS-Iran, di tengah minimnya faktor positif baru dari domestik.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran level 8200-8350 di pekan depan,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (23/2).

Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia meningkat menjadi USD 2,54 miliar pada Kuartal IV 2025, dari sebelumnya USD 1,14 miliar. Nilai ini setara dengan 0,7 persen terhadap PDB dan berbalik dibanding Kuartal III 2025 yang mencatat surplus sebesar USD 4,01 miliar.
Pelebaran defisit ini terjadi karena surplus neraca barang menurun, sementara defisit neraca jasa dan pendapatan primer meningkat. Di sisi lain, surplus neraca pendapatan sekunder justru mengalami kenaikan.
Pada pekan ini, dari dalam negeri dijadwalkan rilis data jumlah uang beredar (Money Supply M2) pada Jumat (23/2). Investor juga akan terus mencermati kelanjutan musim rilis laporan keuangan Kuartal IV 2025 serta mengantisipasi aksi korporasi berupa pembagian dividen untuk tahun buku 2025.
Saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan ini adalah MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA dan SMBR.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.