Pendapatan ABM Investatama (ABMM) Tertekan, Laba Bersih Susut Hampir 50% di 2025

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja keuangan PT ABM Investama Tbk (ABMM) terpantau tertekan sepanjang tahun buku 2025. Hal ini seiring dengan penurunan pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. 

Mengutip laporan keuangan yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (19/3), ABMM membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$ 1,03 miliar pada 2025, atau turun 14,17% dibandingkan US$ 1,20 miliar pada 2024.

Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen kontraktor tambang dan tambang batubara sebesar US$ 755,01 juta, diikuti jasa logistik dan sewa kapal US$ 136,30 juta, perdagangan bahan bakar US$ 66,19 juta, serta jasa divisi site services (SSD) dan repabrikasi US$ 48,05 juta.

Ditopang JIIPE, Laba AKR Corporindo (AKRA) Naik 11% Jadi Rp 2,47 Triliun pada 2025

Kemudian, ada juga pendapatan dari segmen pabrikasi US$ 31,72 juta dan jasa sewa mesin pembangkit tenaga listrik sebesar US$ 864,31 ribu.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga turun 11,84% menjadi US$ 934,49 juta dari US$ 1,06 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, laba bruto ABMM ikut tertekan dan turun 20,98% menjadi US$ 103,67 juta pada 2025, dibandingkan US$ 131,19 juta pada 2024.

Beban penjualan dan distribusi juga terpantau mengalami penurunan sebanyak 42,78% menjadi US$ 2,18 juta. Sebaliknya, beban umum dan administrasi meningkat 9,99% menjadi US$ 58,37 juta dari US$ 53,07 juta.

Seiring dengan kinerja tersebut, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih ABMM merosot tajam 49,33% menjadi US$ 70,61 juta pada 2025, dibandingkan US$ 139,36 juta pada 2024.