
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Ecocare Indo Pasifik Tbk. (HYGN) berencana melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp5 miliar sebagai langkah strategis menjaga stabilitas perdagangan saham sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Direktur Utama HYGN Wincent Yunanda menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional.
“Pelaksanaan pembelian kembali saham merupakan salah satu bentuk usaha Perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, pelaksanaan buyback juga diambil sebagai upaya untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham Perseroan serta mencerminkan kondisi fundamental Perseroan,” kata Wincent di keterbukaan Informasi, Jumat (13/2/2026).
: Darma Henwa (DEWA) Tuntaskan Buyback Rp950 Miliar, Serap 4,03% Saham Beredar
Program buyback ini akan dilaksanakan dengan mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 13/2023, surat OJK No. S-102/D.04/2025, serta POJK No. 29/2023 terkait pembelian kembali saham emiten.
Nilai pembelian kembali saham ditetapkan paling banyak Rp5 miliar, dengan ketentuan jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor serta free float setelah buyback tidak kurang dari 15%.
: : Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bakal Buyback Saham Rp2 Triliun
Perseroan menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Hal ini karena HYGN memiliki modal dan arus kas yang dinilai cukup untuk mendanai aksi korporasi tersebut tanpa mengandalkan pinjaman atau dana hasil penawaran umum.
Adapun periode pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, yakni mulai 13 Februari 2026 hingga 13 Mei 2026, sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan juga memiliki hak untuk menghentikan program lebih awal apabila dana telah terserap penuh, periode berakhir, atau terdapat pertimbangan internal lain.
Secara performa, aksi buyback diperkirakan menurunkan total aset dari Rp219,06 miliar menjadi Rp214,06 miliar serta ekuitas dari Rp161,07 miliar menjadi Rp156,07 miliar. Namun, laba bersih tahun berjalan tetap sebesar Rp10,59 miliar. Jumlah saham beredar diproyeksikan turun dari 2,525 miliar menjadi sekitar 2,486 miliar lembar, sementara laba per saham meningkat dari Rp4,2 menjadi Rp4,3.
Dalam pelaksanaannya, pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia dengan menunjuk satu perusahaan efek. Perseroan juga melarang pihak internal maupun pihak yang memiliki akses informasi orang dalam untuk melakukan transaksi saham selama periode buyback berlangsung.
Manajemen menyatakan setelah menelaah risiko dan manfaat serta mempertimbangkan prospek usaha dan struktur permodalan, direksi dan komisaris merekomendasikan pemegang saham untuk menyetujui rencana pembelian kembali saham tersebut.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.