
Ussindonesia.co.id Simak profil Primus Yustisio, aktor sekaligus anggota DPR yang minta Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mundur dari jabatannya. Primus menilai Perry tak mampu mengatasi nilai tukar rupiah yang semakin anjlok.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar kini semakin melemah. Dikutip dari Bloomberg, nilai tukar Rupiah pada Senin (18/5/2026) pukul 12.26 WIB berada di level terendahnya Rp 17.680 per dollar AS.
Mengetahui hal itu, anggota DPR, Primus Yustisio blak-blakkan menyentil Gubernur BI. Ia bahkan meminta sang Gubernur BI mundur jika tidak bisa menguatkan kembali nilai tukar rupiah.
“Kenapa rupiah kita ini lemah? kalau dibandingkan dengan dollar, tapi faktanya dan ironisnya ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapura, Australia, ringgit, terhadap riyal, hongkong, Euro. Euro waktu 2006 itu Rp7 ribu per Euro, sekarang hampir Rp20 ribu,” ungkap Primus Yustisio saat rapat bersama komisi XI DPR RI dilansir dari Tribunnewsbogor.com pada (19/05/2026).
“Ini kan harus kita lihat dengan realita pak, kita tidak bisa berdiam diri. Apa yang terjadi saat ini menurut saya pribadi, Bank Indonesia sudah menghilangkan trust (kepercayaan), Bank Indonesia sudah mengenyampingkan kredibilitasnya. Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya harus gentleman, harus berani melawan, ada apa ini?”
“Pak Perry yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang bapak mengundurkan diri. Tidak ada salahnya, selanjutnya terserah bapak, tapi itu bukan sikap penghinaan, Anda akan lebih dihormati seperti di Korea atau di Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, tidak ada salahnya,” kata Primus.
“Terakhir, saya ingin mengutip hadits, karena saya melihat Anda orang yang sholeh, hadits ini sangat familiar yang artinya apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya,” pungkasnya.
Minta Gubernur BI, Perry Warjiyo mundur usai rupiah anjlok, lantas seperti apa profil Primus Yustisio? Simak penjelasannya.
Profil Primus Yustisio
Publik pasti tak asing lagi dengan sosok Primus Yustisio. Primus Yustisio adalah aktor sekaligus pesinetron kenamaan Tanah Air. Sebelum terjun ke dunia politik, Primus mengawali kariernya sebagai model.
Profil Ayu Ting Ting, Pedangdut yang Dikabarkan Pacaran dengan Politisi Kevin Gusnadi, Foto Ini Jadi Pemicunya
Melansir Tribunnews.com, ia juga dikenal sebagai raja sinetron era 1990-an hingga awal 2000-an. Sedikitnya, 18 sinetron pernah dibintangi suami Jihan Fahira sejak 1990-an.
Ia bahkan pernah menyabet penghargaan Aktor Terfavorit pada ajang Panasonic Awards 1999. Kini, aktor yang lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 17 Agustus 1977 ini telah vakum dari dunia hiburan.
Primus memilih banting setir ke dunia politik dan kini menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI. Adapun perjalanan politik Primus dimulai ketika bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2007.
Pada tahun 2008, Primus Yustisio mengikuti Pilkada Kabupaten Subang 2008-2013 sebagai Calon Wakil Bupati. Kala itu, ia berpasangan dengan Agus Nurani, namun gagal terpilih.
Setelah itu, mantan kekasih Nafa Urbach itu mencalonkan diri untuk maju menjadi anggota Legislatif DPR RI dengan daerah pemilihan Jabar IX. Primus Yustisio pun berhasil mendapatkan menjadi Anggota DPR RI periode 2009-2014 di Komisi X.
Lantas, Primus Yustisio kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Dapil Jabar V. Pada Pemilihan Calon Legislatif 2019-2024, Primus Yustisio terpilih lagi menjadi Anggota DPR RI.
Pada kontestasi Pemilu legislatif 2024, Primus masih terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPR-RI dari Partai PAN mewakili suara di wilayah Jawa Barat V dengan perolehan suara 128.892 pemilih.
Artinya, Primus sudah empat periode menjadi anggota DPR RI. Kini Primus menjadi anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan.
Komisi XI menjadi mitra kerja bagi Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Bank Indonesia, serta sejumlah lembaga lain di sektor keuangan dan ekonomi.
Demikianlah profil Primus Yustisio, anggota DPR yang minta Gubernur BI mundur usai rupiah anjlok. (*)
Profil Nadiem Makarim, Eks Menteri Pendidikan yang Dituntut 18 Tahun Penjara, Akui Sakit Hati Tuntutannya Lebih Besar dari Pembunuhan