
Ussindonesia.co.id – ,Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal 2026 harus segera diikuti kebijakan konkret agar dampaknya terasa langsung pada sektor riil, khususnya pengusaha menengah serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD Anthony Leong, dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan pemerintah harus memastikan kebijakan yang inklusif, seperti perluasan akses pembiayaan terjangkau, insentif usaha, serta kemudahan regulasi bagi pengusaha menengah dan UMKM agar berkelanjutan.
“Pasar modal yang menguat harus diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi riil. Di sinilah peran pengusaha kelas menengah dan UMKM menjadi sangat penting,” ujar Anthony.
Ia menyatakan Hipmi siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Anthony juga menyoroti perhatian kebijakan selama ini kerap terpolarisasi antara UMKM mikro dan korporasi besar, sementara pengusaha menengah berada di wilayah abu-abu dan kurang mendapat perhatian.
Padahal, menurutnya, kelompok ini memiliki skala usaha signifikan, menyerap tenaga kerja, serta terhubung dengan rantai pasok nasional.
“Pengusaha menengah ini sering berada di wilayah abu-abu. Tidak lagi kecil, tetapi belum besar. Padahal mereka adalah tulang punggung ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan jembatan penting bagi UMKM untuk naik kelas,” ucap Anthony.
Lebih lanjut, ia menilai penguatan IHSG di awal 2026 mencerminkan optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta arah kebijakan pemerintah yang semakin fokus pada stabilitas dan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.
Ia menegaskan pasar modal yang menguat tidak boleh berhenti sebagai indikator kepercayaan investor besar, melainkan harus diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi riil.
Anthony menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan atas komitmen menjaga stabilitas fiskal dan kejelasan arah kebijakan ekonomi.
Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.
“Ini fondasi penting agar pengusaha, terutama di sektor menengah dan UMKM, berani berinvestasi dan melakukan ekspansi,” kata Anthony.
Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1) sore ditutup menguat seiring optimisme pelaku pasar pada awal 2026.
IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.