BI klaim skema baru KLM percepat penurunan suku bunga kredit

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mengemukakan transmisi kebijakan suku bunga ke sektor perbankan mulai menunjukkan hasil yang tercermin dari penurunan suku bunga kredit baru yang mencapai 75 basis poin (bps)

Deputi Gubernur Senior BI Destri Damayanti mengatakan, bank sentral kini mengoptimalkan transmisi kebijakan melalui dua jalur dalam KLM, yakni lending channel dan interest channel.

Total insentif KLM yang telah disalurkan mencapai Rp427,5 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp357,9 triliun dimanfaatkan melalui lending channel, yakni insentif bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor strategis dan prioritas.

: Bos BRI Beberkan Penyebab Kredit Melemah, Tiga Sektor PDB Jadi Sorotan

Sementara itu, skema interest channel yang relatif baru diperkenalkan telah terealisasi sebesar Rp69,6 triliun. Skema ini memberikan insentif kepada bank yang secara konsisten menurunkan suku bunga kreditnya.

“Kalau kita lihat suku bunga kredit sekarang, yang existing memang turun sekitar 40 basis poin. Tapi yang baru itu turunnya sudah mencapai 75 basis poin,” ujar Destri dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), Kamis (19/2/2026). 

: : BI: Kredit Perbankan Januari Tumbuh 9,96%, Undisbursed Loan Rp2.506,47 Triliun

Penurunan tersebut terjadi setelah BI memangkas suku bunga acuannya sebesar 125 basis poin sejak 2025. Menurut Destri, perkembangan ini menunjukkan transmisi kebijakan moneter mulai berjalan lebih efektif.

Saat ini, pemanfaatan KLM tercatat sebesar 4,83% dari Dana Pihak Ketiga (DPK). BI masih memiliki ruang hingga 5,5% karena insentif tersebut berasal dari relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM).

: : Permintaan Lemah, Bos BRI Proyeksi Pertumbuhan Kredit Masuk Fase Single Digit

Dengan demikian, masih tersedia ruang sekitar 0,7% untuk mendorong bank meningkatkan penyaluran kredit maupun menurunkan suku bunga kredit lebih lanjut.

BI menegaskan akan terus mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor padat karya, hilirisasi, serta perumahan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi.