Prabowo minta proyek pengolahan sampah skala kelurahan dan desa jalan tahun ini

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah skala mikro di tingkat kelurahan/desa mulai berjalan tahun ini. Instalasi pengolahan sampah skala kecil ini difokuskan untuk mengolah sampah menjadi pasir atau debu.

Hasil olahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pasir untuk trotoar, semen, dan kebutuhan konstruksi lainnya. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan, fasilitas ini dirancang untuk menangani sekitar 10 ton sampah per hari.

Brian menjelaskan, kapasitas pengolahan sampah akan disesuaikan dengan rata-rata volume limbah buangan yang dihasilkan di wilayah setempat. Fasilitas pengolahan sampah skala mikro ini diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat lokal.

“Dalam tahun ini diharapkan sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa,” kata Brian di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (11/2).

Baca juga:

  • Purbaya: Proyek Ubah Sampah Jadi Energi di 34 Kota Dibiayai APBN dan Danantara

Kepala Badan Industri Mineral itu mengatakan, ada sejumlah opsi teknologi untuk fasilitas pengolahan sampah skala mikro ini. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain gasifikasi, plasma-assisted, dan teknologi plasma dingin.

Menurut Brian, pemerintah akan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan teknologi yang paling efektif dan aman sebelum diterapkan secara lebih luas.

Brian menyebut proyek pengolahan sampah skala mikro ini dapat mempercepat penanganan sampah di daerah sembari menunggu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) yang tengah dijalankan Danantara beroperasi secara penuh. 

“Jadi sampah di kelurahan, di desa itu yang akan coba kita atasi. Jadi sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh, semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan,” ujar Brian.