Kuota investasi SR024 ditambah Rp 2,5 T, ini cara pemesanan sukuk dengan kupon 5,9%

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Kuota penjualan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) seri Sukuk Ritel SR024 diperbesar menjadi Rp 17,5 triliun. Berikut cara investasi SR024 agar bisa mendapatkan imbal hasil 5,55% atau 5,9%

Pemerintah menambah kuota penerbitan SR024 seiring tingginya minat investor. Sebelum batas akhir penawaran pada 15 April 2025, penawaran SR024 sudah melewati target Rp 15 triliun.

Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, mengungkapkan total pemesanan SR024 telah melampaui target awal sebelum masa penawaran berakhir.

“Total akumulasi pemesanan sampai dengan Senin tanggal 13 April 2026, sebesar Rp 15,49 triliun,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).

Alasan FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Secondary Emerging Market

Dengan rincian, pemesanan untuk tenor tiga tahun (SR024-T3) tercatat sebesar Rp 10,74 triliun, sementara tenor lima tahun (SR024-T5) mencapai Rp 4,75 triliun.

Adapun imbal hasil yang ditawarkan masing-masing sebesar 5,55% untuk SR024-T3 dan 5,9% untuk SR024-T5. Lalu masa penawaran instrumen ini berlangsung sejak 6 Maret hingga 15 April 2026.

Dengan capaian tersebut, maka target awal penerbitan sebesar Rp 15 triliun telah tercapai. Seiring masih tingginya animo masyarakat, pemerintah memutuskan menambah kuota penerbitan sebesar Rp 2,5 triliun.

Penambahan kuota tersebut terdiri dari Rp 2 triliun untuk SR024-T3 dan Rp 0,5 triliun untuk SR024-T5.

​Dengan tambahan kuota tersebut, total kuota penerbitan SR024 kini meningkat menjadi Rp 17,5 triliun. 

Menurut pantauan Kontan, per Senin (13/4/2026) pukul 19.30 WIB, sisa kuota untuk tenor tiga tahun (SR024-T3) tinggal 9,8% atau sekitar Rp 1,17 triliun. Sementara itu, tenor lima tahun (SR024-T5) masih menyisakan 12,9% atau sekitar Rp 710,77 miliar.

Tonton: Kunjungi Presiden Putin, Presiden RI Tegaskan Komitmen Kerjasama Ekonomi-Energi

Cara Pemesanan SR024 

Untuk pemesanan, pemerintah menetapkan minimum pembelian sebesar Rp1 juta dan berlaku kelipatan Rp1 juta. Sementara batas maksimum pembelian ditetapkan Rp5 miliar untuk SR024T3 dan Rp10 miliar untuk SR024T5.

Underlying asset dari sukuk ini berasal dari Barang Milik Negara (BMN) serta proyek dan kegiatan kementerian/lembaga yang tercantum dalam APBN 2026. Berikut cara investasi sukuk ritel SR024 :

1. Registrasi

Registrasi untuk investasi sukuk ritel SR024 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan sukuk ritel SR024 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran sukuk ritel SR024 .

Tonton: Beijing Kecam Serangan Iran, Tapi Tak Bela Teheran? Ini Alasannya

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian sukuk ritel SR024 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi sukuk ritel SR024 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan sukuk ritel SR024 kepada Mitra Distribusi.

 

Tonton: Pertamina Buka Suara! Stok BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Mitra Distribusi SR024

Beberapa bank yang menjadi mitra distribusi antara lain Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia serta platform investasi digital seperti Bareksa, Bibit, dan Tanamduit untuk memperluas jangkauan investor ritel.

Melalui penerbitan Sukuk Ritel SR024 ini, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional semakin meningkat sekaligus memperkuat pengembangan pasar keuangan syariah di dalam negeri.

Masyarakat atau investor individu dapat membeli SBSBN ini melalui daftar mitra distribusi berikut :

Bank Umum:

1. PT Bank Central Asia Tbk

2. PT Bank CIMB Niaga Tbk

3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk

4. PT Bank DBS Indonesia

5. PT Bank HSBC Indonesia

6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk

8. PT Bank Mega Tbk

9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

10. PT Bank OCBC NISP Tbk

11. PT Bank Panin Tbk

12. PT Bank Permata Tbk

13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

15. PT Bank UOB Indonesia

16. PT Bank SMBC Indonesia Tbk

17. Standard Chartered Bank

Tonton: Luhut Ingatkan Bahaya Harga Minyak USD 100! APBN Indonesia Terancam

 

Bank Umum Syariah:

18. PT Bank Victoria International Tbk

19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk

20. PT Bank Muamalat Tbk

Perusahaan Efek:

21. PT BNI Sekuritas

22. PT BRI Danareksa Sekuritas

23. PT Mandiri Sekuritas

24. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

25. PT Bahana Sekuritas

26. PT Binaartha Sekuritas

27. PT Panin Sekuritas Tbk

28. PT Phillip Sekuritas Indonesia

Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology):

29. PT Bareksa Portal Investasi

30. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)

31. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)

32. PT Bibit Tumbuh Bersama