IHSG berpeluang menguat terbatas pada Senin (19/1), ini proyeksi analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin (19/1/2026) seiring tren teknikal yang masih menunjukkan potensi lanjutan rebound, meskipun indeks saat ini berada di area cukup tinggi.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka dengan kecenderungan bergerak dalam rentang konsolidasi positif.

Reza menjelaskan bahwa level support IHSG untuk pekan depan berada di area 9.040–9.054, sedangkan resistance berada di kisaran 9.085–9.100. Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, ruang untuk menguji resistance jangka pendek tetap terbuka.

Outlook Emiten Rokok 2026 Lebih Cerah, Saham Ini Mulai Bangkit Bertahap

“Ada peluang indeks menguat menuju resistance 9.085–9.100, terutama menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang masih membuka peluang pelonggaran kebijakan suku bunga di awal tahun 2026,” ujar Reza kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan bahwa penguatan rupiah serta keberlanjutan reli komoditas, terutama emas, nikel, dan minyak, dapat menjadi katalis tambahan bagi IHSG pada awal pekan. Namun demikian, Reza mengingatkan bahwa investor perlu tetap mewaspadai risiko global serta potensi aksi taking profit mengingat IHSG sudah berada di level yang relatif tinggi. Sensitivitas terhadap sentimen eksternal masih dapat menahan laju penguatan indeks.

Dari sisi sektor, Reza melihat adanya inflow yang mulai masuk ke saham-saham perbankan besar (Himbara) seiring antisipasi kebijakan BI. Selain itu, sektor emas dan nikel dinilai masih memiliki peluang pergerakan positif, mengikuti tren kenaikan harga komoditas global yang berpotensi mempertahankan momentum penguatan saham-saham terkait.

Menjelang pekan depan, Reza menyarankan investor tetap selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat yang memiliki dukungan sentimen dan tren teknikal positif.

Menurutnya, penerapan manajemen risiko tetap krusial mengingat potensi volatilitas jangka pendek dan kecenderungan taking profit yang dapat muncul setelah penguatan beberapa hari terakhir.

Menanti Data Inflasi AS dan BI Rate, IHSG Bergerak Konsolidasi Senin (19/1)