
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi akhir Januari 2026 berpotensi berdampak terhadap kinerja unitlink berbasis saham.
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan melihat hal itu karena unitlink saham memang paling sensitif terhadap sentimen pasar modal.
“Menurut saya dampak koreksi IHSG yang tajam di akhir Januari 2026 paling cepat terasa ke unitlink berbasis saham, karena kelas aset tersebut memang paling sensitif terhadap sentimen dan arus dana,” ungkapnya kepada Kontan, Senin (9/2/2026).
OJK Cabut Izin Usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Namun, Ekky menerangkan sepertinya dampak terkoreksinya IHSG terhadap unitlink berbasis saham belum begitu terlihat pada Januari 2026. Hal itu tercermin dari data Infovesta pada Januari 2026, kinerja rata-rata imbal hasil atau yield unitlink saham masih bisa bertahan tipis positif sebesar 0,41% secara year to date (ytd), meski pergerakan hasil positifnya belum merata di semua produk berbasis saham.
“Artinya, volatilitas membuat gap antar produk makin besar dan produk yang portofolionya lebih defensif bisa bertahan, sedangkan produk yang lebih terdivertifikasi ke sektor yang lebih agresif biasanya lebih terasa turun,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ekky menyampaikan prospek unitlink saham arahnya masih fluktuatif pada tahun ini. Meskipun demikian, peluang unitlink saham untuk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026 tetap ada, karena valuasi beberapa saham besar sudah mulai menarik.
“Oleh karena itu, pasar masih butuh kepastian bahwa sentimen negatif benar-benar mereda,” katanya.
Menurut Ekky, kinerja unitlink saham pada 2026 masih bisa mendekati capaian positif akhir tahun lalu. Namun, dia menilai jalannya tidak akan mulus, lebih banyak fase naik dan turun. Ditambah, hasilnya akan sangat bergantung pada momen masuk, disiplin alokasi, serta kondisi pasar sudah kembali stabil atau belum.
Jika ditelaah dari data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis saham mencatatkan kinerja tertinggi di antara unitlink lainnya. Adapun unitlink berbasis pasar uang mencatatkan kinerja rata-rata return terbesar kedua pada Januari 2026 sebesar 0,25%.
BTN Bersiap Luncurkan Produk Baru Tahun Ini: BNPL sampai Kartu Kredit
Sementara itu, unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya terkontraksi sebesar 0,33%, sedangkan rata-rata return unitlink berbasis campuran juga terkontraksi sebesar 0,45% pada Januari 2026. (*)