IHSG rebound 1,18 persen, investor masih cermati arah MSCI

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (30/1/2026) sore ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,52 poin atau 2,52 persen ke posisi 833,53.

“IHSG rebound setelah kisruh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, pelaku pasar masih belum sepenuhnya yakin dan memilih bersikap wait and see,” ujar Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia Lionel Priyadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Lionel mengatakan investor cenderung bersikap berhati-hati. Bahkan, investor asing masih berpotensi bearish hingga muncul sinyal positif dari MSCI menjelang Mei 2026.

Merespons pengumuman MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen pada Februari 2026. Aturan tersebut akan berlaku bagi emiten baru maupun emiten yang telah tercatat.

Apabila emiten tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut, akan diterapkan exit policy. Namun, hingga kini belum ditentukan skema exit policy yang akan diberlakukan.

BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) juga akan menyesuaikan serta menyampaikan proposal sesuai kebutuhan MSCI, khususnya terkait permintaan peningkatan transparansi free float saham di Indonesia.

Selain itu, OJK mengungkapkan pemerintah akan segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia yang ditargetkan terbit pada kuartal I 2026.

Pada Jumat pagi, di tengah tekanan pasar, Direktur Utama BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan pelaku pasar.

OJK menyatakan BEI akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama yang berasal dari jajaran direksi BEI yang saat ini menjabat.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di teritori positif hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor mencatatkan penguatan, dipimpin sektor transportasi dan logistik yang naik 6,2 persen. Sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer masing-masing menguat 3,35 persen dan 2,10 persen.

Sementara itu, lima sektor melemah, dengan sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam sebesar 1,12 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 1,17 persen dan sektor industri sebesar 0,87 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain ESTI, FIRE, ZATA, AHAP, dan DFAM. Adapun saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KIOS, VKTR, RMKE, AIMS, dan PBSA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.399.348 transaksi dengan volume perdagangan mencapai 57,76 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 41,33 triliun. Sebanyak 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham stagnan.

Bursa saham regional Asia pada penutupan perdagangan sore hari ini melemah. Indeks Nikkei turun 10,70 poin atau 0,02 persen ke level 53.364,89. Indeks Shanghai melemah 40,02 poin atau 0,96 persen ke posisi 4.117,95. Indeks Hang Seng turun 580,98 poin atau 2,08 persen ke level 27.387,10. Sementara itu, indeks Straits Times melemah 24,89 poin atau 0,51 persen ke posisi 4.905,12.