
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks dolar AS merosot ke sekitar 97,5 pada hari Kamis (26/2), memperpanjang penurunan dari sehari sebelumnya karena ketidakpastian mengenai tarif AS meredam kepercayaan pada mata uang ini.
Pada hari Rabu (25/2), Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengumumkan bahwa tarif AS untuk negara-negara tertentu dapat naik menjadi 15% atau lebih tinggi dari 10% yang baru-baru ini diterapkan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Seperti dikutip Trading Economics, Kamis (26/2), Presiden AS Donald Trump memberikan komentar yang relatif tenang mengenai tarif dalam pidato kenegaraannya tetapi tidak mengisyaratkan niat untuk mengubah pendekatannya, bahkan setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif timbal balik.
Mengenai kebijakan moneter, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini bulan depan. Sementara itu, negosiator AS dan Iran dijadwalkan untuk putaran terbaru pembicaraan nuklir di Jenewa hari ini, menambah nada hati-hati pasar.
Secara eksternal, dolar melemah terhadap yen di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan mungkin akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.