OJK sebut pelemahan IHSG ke level 6.396,26 masih dalam tahap wajar

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tergolong moderat dan sejalan dengan dinamika fundamental pasar modal global maupun domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi perdagangan I, Selasa (19/5/2026), IHSG terpantau anjlok 3,08% atau terkoreksi 202,97 poin ke level 6.396,26. Penurunan ini memperpanjang tren negatif setelah pada hari sebelumnya indeks juga melemah sebesar 1,85%.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa koreksi IHSG dalam beberapa hari terakhir merupakan cerminan dari tren pelemahan bursa saham di kawasan regional. 

Kondisi tersebut dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian kebijakan moneter global yang diprediksi tetap ketat.

“Dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental. Ini adalah konsekuensi logis dari berbagai transformasi di pasar modal yang kami lakukan,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (19/5/2026).

: OJK Catat Dana Kelolaan Reksa Dana Naik jadi Rp718,44 Triliun di Tengah Gejolak Pasar

Selain faktor eksternal, sentimen domestik turut dipengaruhi pengumuman rebalancing indeks MSCI pekan lalu. Tekanan jual usai pengumuman ini terus berlanjut seiring dibukanya kembali perdagangan usai libur panjang.

OJK mencatat bahwa pada hari pertama perdagangan setelah pengumuman MSCI, IHSG mengalami koreksi sebesar 1,98% yang kemudian diikuti oleh pelemahan lanjutan sebesar 1,85% pada perdagangan 18 Mei 2026.

Meski terjadi tekanan jual, Friderica atau akrab disapa Kiki menilai pergerakan indeks semakin mencerminkan kondisi fundamental emiten yang sebenarnya. 

Menurutnya, pergerakan IHSG disebut tetap selaras dengan indeks acuan MSCI serta subindeks likuid lainnya seperti IDX LQ45, IDX30, dan IDX80.

Kiki pun memandang sinkronisasi antara IHSG dengan indeks sektoral dan konstituen berkapitalisasi besar memperlihatkan bahwa proses price discovery di pasar modal Indonesia berjalan semakin sehat.

Hal ini menandakan harga saham lebih banyak ditentukan oleh kinerja fundamental perusahaan ketimbang aksi spekulatif atau sentimen sesaat.

IDX COMPOSITE INDEX – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.