Saham BIPI naik tinggi usai keluarga Bakrie masuk, intip profil Astrindo Nusantara

Ussindonesia.co.id , JAKARTA –  Nama PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) kembali mengemuka setelah perusaahn ventura milik keluarga Bakrie yakni Bakrie Capital Indonesia mengumumkan memborong saham perseroan sebanyak 3,82 miliar lembar saham.

“Harga pembelian Rp248 per lembar,” tulis Bakrie Capital dalam pengumumannya, Rabu (25/2/2026). 

Transaksi dilakukan pada 24 Februari 2026. Dengan nilai akuisisi ini, maka keluarga Bakrie membayar Rp948 miliar di luar biaya transaksi. Setelah pengumuman, harga saham BIPI langsung loncat tinggi hingga menyentuh ARA sebelum kemudian mencari keseimbangan baru. 

: CIO Indonesia Investment Authority (INA) Resign

Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. – TradingView

Untuk diketahui, Emiten berkode saham BIPI tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan fokus pada sektor infrastruktur energi dan sumber daya alam, khususnya batu bara 

Berdasarkan laman resminya, BIPI berdiri pada tahun 2007 dengan nama awal PT Macau Oil Engineering and Technology. Pada awal berdiri, bisnisnya fokus di sektor minyak dan gas (migas) dan sempat bekerja sama dengan Pertamina.

: : BEI Suspensi Wanteg Sekuritas (Kode Broker: AN), Intip Kondisi Keuangannya

Seiring berjalannya waktu  perusahaan tercatat beberapa kali mengubah nama dan arah bisnis. Barulah pada 2018, nama PT Astrindo Nusantara Infrastruktur resmi digunakan. Perubahan nama ini menandai pergeseran fokus usaha dari migas ke infrastruktur pertambangan, khususnya batu bara.

Perseroan saat ini lebih menitikberatkan bisnis pada penyediaan layanan dan fasilitas infrastruktur yang mendukung seluruh rantai proses pertambangan, mulai dari pengolahan hingga pengiriman batu bara ke pembeli.

: : Vanguard Hingga Halim Jusuf Muncul Sebagai Pemilik Akhir, BEI: Transparansi Dorong Pendalaman Pasar

Kegiatan usaha tersebut dijalankan melalui empat entitas anak, yakni PT Mitratama Perkasa, PT Nusa Tambang Pratama, PT Putra Hulu Lematang, dan Nusantara Mining Limited. Adapun layanan infrastruktur yang ditawarkan mencakup sejumlah fasilitas pendukung operasional pertambangan.

Siap Pemilik dan Pengendali saham BIPI?

Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per akhir Januari 2026, struktur kepemilikan saham BIPI didominasi oleh investor institusional. Terdapat dua nama pemilik BIPI saat ini yakni PT Indotambang Perkasa yang juga pengendali utama. Konsorsium dengan tokoh sentral crazy rich Halim Jusuf itu menggenggam 12,35 miliar saham atau setara 19,39%. Selanjutnya CGS-CIMB Securities sebagai pemegang saham mayoritas berikutnya dengan kepemilikan 8,09 miliar saham (12,7%) . Sedangkan sisanya dimiiliki publik di bawah 5%.

Adapun Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bakrie Capital Indonesia melakukan pembelian sebanyak 3.822.619.800 lembar saham BIPI pada 24 Februari 2026. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp248 per saham.

Aksi korporasi ini membuat Bakrie Capital Indonesia yang sebelumnya tidak memiliki saham atau 0,00% menjadi sebanyak 3,82 miliar saham atau setara 6,00% hak suara setelah transaksi. Perubahan ini juga membuat Bakrie Capital Indonesia sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%  di BIPI.