IHSG sesi I naik 0,65% ke 8.804, saham migas MEDC & ENRG cs kompak menguat

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Sejumlah saham emiten minyak dan gas (migas) seperti MEDC sampai ENRG kompak menguat dalam sesi I perdagangan Senin (5/1/2026). Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga menguat 0,65% ke level 8.804,84.

Saham emiten migas yang menguat di sesi I ini antara lain adalah saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menguat 1,17% ke Rp1.295, saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) naik 0,98% ke Rp515, saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menguat 3,66% ke Rp1.700, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 2,41% ke Rp1.485.

Sementara itu, bila menilik dari saham emiten dengan kapitalisasi pasar besar pendorong IHSG, ada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 2,57% ke Rp6.975, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 0,55% ke Rp3.660, serta saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang menguat 8,05% ke Rp1.275.

: IHSG Hari Ini (5/1) Dibuka Menguat, Saham INET Hingga DEWA Terbang

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah mengatakan IHSG berpeluang mencatat all time high (ATH) baru. Menurutnya, pergerakan positif IHSG dipengaruhi oleh lanjutan Santa Claus Rally di akhir Desember 2025 dan mulai berjalannya January Effect sejak 2 Januari 2026 yang mendorong risk appetite pasar dan menjaga momentum bullish IHSG di awal tahun.

“Dalam sepekan ke depan [5-9 Januari 2026] IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dan berpeluang membentuk rekor all time high seiring dukungan rilis sejumlah data ekonomi domestik yang menjadi perhatian pelaku pasar,” ujar Hari, Senin (5/1/2026).

: : Dibayangi Sentimen Serangan AS ke Venezuela, IHSG Masih Berpeluang Cetak ATH Pekan Ini

Meski ada potensi penguatan, menurutnya pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global.

Sementara di bursa saham Amerika Serikat, Hari memperkirakan dalam sepekan ke depan Wall Street masih berpeluang melanjutkan penguatan seiring optimisme pasar pasca kinerja solid sepanjang 2025, di mana sektor teknologi tetap menjadi penggerak utama yang tercermin dari kenaikan S&P 500 lebih dari 16%, Nasdaq lebih dari 20%, dan Dow Jonessekitar 13% sepanjang tahun lalu.

: : IHSG Rawan Lesu Imbas Serangan AS ke Venezuela, Cek Saham Ini!

“Ke depan reli diperkirakan lebih seimbang dengan potensi rotasi ke sektor non-teknologi, termasuk bank regional. Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela, termasuk kabar serangan militer, berpotensi memengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan,” ujarnya.

Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal level IHSG sesi I perdagangan hari ini menunjukkan pembentukan histogram positif pada MACD yang terus berlanjut dan Stochastic RSI yang bergerak menuju overbought area.

“Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 8.825-8.850 pada perdagangan sesi II Senin (5/1),” tulis sekuritas.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.