JP Morgan dan investor kakap yang lepas jutaan lembar saham BBCA

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Sejumlah investor kakap tercatat melepas jutaan lembar saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada perdagangan kemarin, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data terminal Bloomberg, Rabu (21/1/2026), T Rowe Price Group Inc. menjadi investor dengan penjualan paling signifikan di saham BBCA kemarin yakni sebesar 127,10 juta lembar. Dengan begitu, total kepemilikannya menyusut menjadi 543,93 juta unit saham. 

Porsi kepemilikan perusahaan investasi global asal Amerika Serikat itu di saham BBCA berada di kisaran 0,44% dari total saham beredar BBCA, dengan cost basis per share atau modal rata-rata yang dirogohnya sekitar Rp5.740,74 per unit.

: Arah Saham BBCA saat Jadi Sasaran Jual Investor Asing

Selanjutnya ada JP Morgan Chase & Co yang terpantau melego 14,05 juta lembar saham BBCA kemarin. Namun, total kepemilikan perbankan investasi asal AS itu di BBCA masih mencapai 1,37 miliar unit saham atau setara 1,11%.

Adapun, rerata harga saham BBCA yang digenggam JP Morgan berada pada level 4.291,28 per unit.

: : Investor Raksasa yang Getol Borong Saham BBCA 2026

Langkah kedua investor itu sendiri terjadi di tengah kian ramainya aksi jual investor asing di saham BBCA. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk periode tahun berjalan alias year-to-date (YtD), nilai jual bersih atau net sell pemodal dari luar negeri di saham BBCA telah mencapai triliunan rupiah. Secara kumulatif, sepanjang periode 2–21 Januari 2026, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp2,67 triliun di saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

: : Saham BRI (BBRI) Jadi Incaran Investor Asing, BCA (BBCA) Dilego Rp269 Miliar

Bila diselisik, pada periode YtD, aksi beli bersih (net buy) investor asing di saham BBCA hanya terjadi dalam tiga hari perdagangan yakni pada 5, 6 dan 9 Januari 2026. Selebihnya, terjadi net sell.

Bahkan, pada Rabu, 21 Januari 2026, volume penjualan saham BBCA oleh investor asing menyentuh rekor baru untuk periode YtD. Sejalan dengan itu, volume dan nilai net sell pemodal luar negeri di saham bank terafiliasi Grup Djarum itu pun menyentuh angka tertinggi untuk awal tahun ini.

Kemarin, penjualan saham BBCA oleh pemodal asing (foreign sell) mencapai 261,11 juta lembar, sedangkan jumlah saham perseroan yang dibeli oleh investor luar negeri (foreign buy) mencapai 39,61 juta lembar. Sebagai pembanding, total volume perdagangan saham BBCA pada hari itu mencapai 301,82 juta unit.

Alhasil, investor asing mencatatkan net sell sekitar 221,50 juta lembar saham BBCA atau sekitar Rp1,70 triliun. Nilai net sell investor asing di saham BBCA tersebut dihitung dengan menggunakan harga saham pada penutupan perdagangan hari itu yakni sebesar Rp7.700 atau level terendahnya sejak awal 2026.

Adapun, harga saham BBCA pada perdagangan kemarin terkoreksi 3,75%. Koreksi itu pun membuat BBCA berada dalam posisi teratas daftar top laggards atau pemberat indeks harga saham gabungan (IHSG) harian dengan kontribusi sebesar minus 28,42 poin.

Harga saham BBCA pun hingga kemarin masih berada dalam tren koreksi dengan pelemahan 4,64% YtD. Koreksi harga itu pun menyebabkan BBCA sebagai pemimpin deretan saham top laggards terhadap indeks komposit untuk periode tahun berjalan dengan kontribusi minus 35,53%.