
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Tekanan kembali menerpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada awal perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG melemah 2,75% ke level 6.025,12.
Padahal, kemarin (2/6/2026) IHSG mampu ditutup menguat 1,11% ke level 6.195,427 seiring meredanya isu rebalancing MSCI.
Senior Marker Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan, tekanan IHSG salah satunya disebabkan oleh pelemahan kurs rupiah yang menyentuh level Rp 17.922 per dolar Amerika Serikat (AS).
Telkom (TLKM) Tuntaskan Divestasi AdMedika, Ini Tujuannya
Selain itu, penyusutan surplus neraca perdagangan per April 2026 menjadi US$ 89,1 juta sebagai level terendah dalam enam tahun terakhir juga mempengaruhi arah IHSG. Hal ini menunjukkan adanya perlambatan dari kontribusi sektor eksternal yang kemudian menjadi penahan laju penguatan IHSG.
“Di sisi lain, para pelaku pasar mulai mencermati dan bersiap menghadapi volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada 22 Juni mendatang,” ujar Nafan, Rabu (3/6).
Dari sisi global, adanya peningkatan ketegangan antara AS dan Iran dalam beberapa pekan terakhir serta operasi militer Israel di Lebanon telah mengancam gencatan senjata di antara berbagai pihak yang bertikai tersebut. Tak hanya itu, perilisan data Nonfarm Payrolls AS per Mei 2026 pada akhir pekan ini juga dinantikan pasar, karena akan mempengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed pada masa mendatang.
Terlepas dari itu, Nafan menilai IHSG tetap berpeluang bergerak dalam fase konsolidasi dalam beberapa bulan mendatang. Konsolidasi ini dinilai lebih sehar karena pasar tak lagi terbebani oleh isu rebalancing MSCI yang sempat membuat IHSG anjlok signifikan pada Mei 2026 lalu. Para investor juga mulai beralih fokus ke faktor-faktor fundamental domestik, terutama stabilisasi nilai tukar rupiah.
Merdeka Gold (EMAS) Ungkap Skema Pencatatan Saham di Bursa Efek Hong Kong
Hingga akhir semester I-2026, Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran level 6.387. Secara teknikal, IHSG dalam skenario negatif diperkirakan akan menguji “wave 5/A alt” pada level 6.684 sebagai target pada akhir 2026.
Di sisi lain, IHSG dalam skenario positif diperkirakan akan menguji “wave B” pada level 7.628, kemudian “wave B alt.” pada level 8.824 sebagai target realistis maupun target optimistis pada 2026.