Populer: Harga emas Antam Rp 2,88 juta per gram; Danantara gelontorkan investasi

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam naik Rp 90.000 menjadi Rp 2.880.000 dari Rp 2.790.000 per gram di hari sebelumnya, menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Jumat (23/1).

Selain itu, berita mengenai Danantara menargetkan penyaluran investasi hingga USD 14 miliar sepanjang tahun ini dengan memanfaatkan dividen dari BUMN, juga ramai dibaca. Berikut rangkumannya.

Emas Antam Naik Rp 90.000 ke Rp 2,88 Juta/Gram

Harga jual kembali atau buyback emas Antam hari ini pun naik Rp 80.000 menjadi Rp 2.715.000 per gram dari Rp 2.635.000 pada hari sebelumnya.

Dalam PMK Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir dibebaskan Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan. Namun, pengusaha emas wajib memungut PPh 22 sebesar 0,25 persen dari harga jual, turun dari aturan sebelumnya sebesar 0,45 persen. Harga emas ini berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta. Untuk harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Sementara itu, harga emas Galeri24 di situs resminya per hari ini, Jumat (23/1) terpantau turun menjadi Rp 2.833.000 per gram. Adapun harga buyback tetap di Rp 2.657.000 per gram.

Danantara Gelontorkan Investasi hingga USD 14 M Tahun Ini dari Dividen BUMN

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan Danantara telah menerbitkan obligasi untuk mendukung pendanaan tersebut dan berencana menerbitkan obligasi tahap kedua bertajuk ‘Patriot Bonds’ dalam satu hingga dua bulan ke depan. Namun, nilai penerbitan berikutnya diperkirakan lebih kecil dan akan sangat bergantung pada minat investor.

“Tahun lalu kami sudah berkomitmen sekitar USD 8 miliar. Namun total dana yang harus kami salurkan tahun ini mencapai USD 14 miliar,” ujar Pandu dalam forum Reuters Global Markets di Davos, Jumat (23/1).

Dalam 12 hingga 24 bulan ke depan, Danantara memprioritaskan investasi di sektor energi terbarukan dan transisi energi, infrastruktur digital, layanan kesehatan, serta ketahanan pangan. Pandu menekankan pentingnya sektor pangan seiring kebutuhan untuk memenuhi konsumsi penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 300 juta jiwa.

Dari sisi alokasi, Danantara akan menempatkan modal baik di pasar publik maupun pasar privat. Sekitar 50 persen investasi tahun ini akan dialokasikan ke pasar publik, terutama di dalam negeri, sembari mengevaluasi peluang investasi di China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa.

Pandu juga menegaskan fokus Danantara saat ini adalah membangun kredibilitas dan tata kelola guna mengurangi apa yang ia sebut sebagai defisit kepercayaan terhadap institusi besar di Indonesia.