Dua kapal Pertamina belum bisa lintasi Selat Hormuz

PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan, dua kapal mereka, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Jalur tersebut kini kembali ditutup oleh Iran lantaran Amerika Serikat memblokade pelabuhan-pelabuhan mereka. 

“PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” kata Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping Vega Pita.

Vega mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kapal dapat melintas serta memastikan keselamatan awak kapal. 

“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujarnya.

Baca juga:

  • Harga LPG 12 Kg Naik Hampir 20% Jadi Rp 228 Ribu per Tabung
  • Militer Iran Disebut Kembali Tutup Selat Hormuz Lantaran Kecewa Sikap Trump

Perusahaan berharap kondisi di Selat Hormuz dapat mereda sehingga kapal Pertamina dapat melintas dengan aman.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), menyatakan bahwa setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan menjadi sasaran. Ini adalah sebuah perubahan dramatis kurang dari 24 jam setelah jalur pelayaran penting itu sempat dibuka.

IRGC menyatakan, penutupan Selat Hormuz dilakukan hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Mereka mengatakan bahwa blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung dalam perang AS-Israel di Iran.